Selama Pandemi, Transaksi Belanja Online Meningkat di Jatim

Ilustrasi

Liputanjatim.com – Selama rentang triwulan III 2020, Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi e-commerce atau belanja online di Jawa Timur mencapai Rp 8,43 triliun. Hal ini menunjukkan angka kenaikan transaksi dibanding triwulan II yang mencapai Rp 6,86 triliun.

Kenaikan angka transaksi pada triwulan III didominasi oleh transaksi produk fashion sebesar 19,51 persen. Kemudian disusul produk handphone dan aksesoris sebesar 15,68 persen. Dan personal care dan kosmetik sebesar 15,25 persen.

“Kami akan terus mendorong masyarakat untuk bertransaksi secara non tunai. Transaksi ini menawarkan kemudahan dan keamanan, serta pemberian diskon,” ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Jatim, Difi Ahmad Johansyah, Rabu (20/1/2021).

(Baca Juga: https://www.liputanjatim.com/pcr-rsud-kota-pasuruan-belum-layani-tes-mandiri/)

Sementara berdasarkan metode pembayaran, tercatat 36,42 persen menggunakan uang eletronik. 33,66 persen menggunakan transfer bank dan 9,64 persen menggunakan kartu kredit.

“BI melalui program Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) akan terus dimasifkan. Utamanya untuk pembayaran transaksi e-commerce yang selama ini masih menggunakan sistem bayar tunai pada saat COD (Cash on Delivery) nantinya bisa dilakukan secara non tunai melalui scan QRIS,” beber Difi.

Sebaliknya, alat pembayaran non tunai yang menggunakan kartu APMK seperti kartu ATM kredit dan debit justru mengalami penurunan. Yakni dari 26,4 juta pada triwulan II 2020 menjadi 24,4 juta kartu pada triwulan III 2020.

APMK ini didominasi kartu debit 23,31 juta kartu atau 89,15%. Disusul kartu kredit 2,1 juta atau 7,69% dan kartu ATM 826.000 kartu atau 3,16%. Total transaksi di triwulan III 2020 mencapai Rp149,65 triliun, atau naik 11,94% dari triwulan sebelumnya.

Sebaran penggunaan kartu ATM dan debit di Jatim didominasi untuk tarik tunai Rp85,1 triliun atau 58,95%. Diikuti transaksi interbank Rp32,53 triliun atau 22,55%. Sedangkan penggunaan kartu kredit mayoritas untuk transaksi belanja Rp3,67 triliun 68,22%.

“Peningkatan nominal transaksi sejalan dengan mulai membaiknya pertumbuhan ekonomi pada kuartal triwulan 2020 setelah sempat kontraksi dalam -5,9 persen,” pungkas Difi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here