Ads

Dari Kemelut PBNU, Gus Salam Adalah Figur Tepat Pengganti Ketua Umum PBNU


Opini oleh : KH Imam Baehaqi, Pengasuh PP MIS Sarang, Rembang Jawa Tengah

Hingga saat ini, kemelut yang membelit PBNU belum tampak ujung jalan keluar. Gus Yahya, Ketua Umum yang diberhentikan Syuriyah PBNU dan Rais Aam, KH Miftachul Akhyar, keduanya sebagai pencipta kemelut NU telah diikat dengan komitmen moral untuk segera mengakhirinya dengan Muktamar, secepatnya. Konsistensi terhadap komitment moral tersebut menjadi parameter untuk menilai orientasi khidmat keduanya.

Namun, kedua pihak bersama kelompoknya belum terlihat maju untuk menjalankan solusi bersama. Bahkan, cenderung saling memprovokasi dengan sikap dan pernyataan yang bisa membuka dan meningkatkan eskalasi konflik, kembali. Yang dirugikan adalah NU secara jam’iyyah dan Nahdliyyin sebagai warga anggota beserta kekuatan penopang NU, yakni entitas pondok pesantren.

Semua unsur didalam NU bersepakat bahwa Muktamar, entah percepatan waktunya maupun bersifat luar biasa merupakan mekanisme legitimate untuk mengakhiri kemelut PBNU. Muktamar menjadi forum untuk menimbang masalah, tingkat pelanggaran, sanksi para pelanggar dan solusi atas dampak masalah dari kemelut PBNU. Dengan begitu, solusi kemelut PBNU demikian terang benderang untuk jalani.

Namun, ada indikasi terlihat, keduanya berusaha menghindari penilaian negatif dari kepemimpinan gaduh, mengaburkan sorotan arogansi struktural dengan bersembunyi dibalik alasan taat prosedur, berkegiatan untuk saling memperkuat legitimasi paksa, dan menggalang silaturrohim-silaturrohim demi menutup ego personal yang terlanjur tidak bisa ditutupi.

Dengan demikian, keduanya menambah cacat diri untuk bisa melanjutkan kepemimpinan NU. Keduanya terjebak pada kondisi yang tidak layak dan tidak patut lagi mengelola organisasi para ulama pondok pesantren. Dan pada konteks ini, rekam jejak keduanya dalam ingatan Nahdliyyin, telah memiliki ‘dosa jam’iyyah’ bersifat kolektif yang tidak mudah dihapus.

Karenanya, melalui Muktamar selanjutnya harus terpilih nakhoda baru PBNU agar kapal induk jam’iyyah NU bisa mengarungi samudera pengkhidmatan memasuki abad keduanya. NU dikembalikan pada poros utama, penggerak ulama pesantren beserta entitas sosial budayanya untuk berkhidmat pada Islam ASWAJA dan tegaknya NKRI menuju Indonesia emas demi mewujudkan kemashlahatan bersama dan peradaban yang berkeadilan sosial.

Sosok-sosok ulama muda dari pesantren harus tampil dengan wajah terbuka dan teruji dalam memajukan kemashlahatan Nahdliyyin, memimpin jam’iyyah NU. Memiliki pribadi konsolidatif bagi berbagai kekuatan NU di arus bawah. Supaya arus bawah NU tetap dengan ragam inisiatif pengembangan kemajuan jam’iyyah dan jama’ah.

KH Abdussalam Shohib, dikenal dengan Gus Salam, cucu KH Bishri Syansuri, salah satu pendiri jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Gus Salam sepupuan dengan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan KH Hasyim Wahid (Gus Iim, adik Gus Dur) dimana ibunda Gus Dur dan Gus Iim adalah Bu De atau kakak kandung dari ayahanda Gus Salam.

Gus Dur dan Gus Salam dilahirkan di rumah yang sama, yakni Ndalem Kasepuhan Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Jombang Jawa Timur. Dari jalur ibu, Gus Salam adalah kerabat dari keluarga besar PP Tarbiyatun Nasiin, KH Aziz Mansur, Paculgowang Jombang dan PP Lirboyo, Kediri Jawa Timur.

Gus Salam kecil dididik dilingkungan PP Mamba’ul Ma’arif, menginjak remaja ditempa ilmu agama khas pesantren secara mendalam hingga diambil menantu oleh keluarga PP AlFalah Ploso, Mojo Kediri. Kekerabatannya dari jalur ayah-ibu atau kakek-nenek dengan banyak pesantren besar di Jawa Timur dan Jawa Tengah, turut membentuk dan mematangkan kepribadiannya.

Saat ini KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) adalah pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang, tempat sekitar 5.000 santri menuntut ilmu dari berbagai penjuru tanah air. Mewarisi kepengasuhan dari pendahulunya hingga KH Bishri Syansuri sebagai pendiri pesantren yang juga dikenal sebagai perintis pesantren putri di Indonesia.

Di umur 25 tahun (2002), Gus Salam dipercaya menjadi pengurus Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCNU Kediri kota. Tahun 2009, juga dipercaya sebagai pengurus lembaga yang sama di PCNU Jombang. Dan, tahun 2012 diamanati masuk jajaran syuriyah PCNU Jombang. Dunia ilmu dan kajian masalah-masalah fiqhiyyah sebagai tradisi keilmuan pesantren telah menyatu dalam diri Gus Salam. Bahkan, dirinya menjadi penggerak dari Forum Bahtsul Masail Pondok Pesantren (FBMPP) se-Jawa Timur dan Madura.

Tahun 2015, di PBNU kepemimpinan KH Said Aqil Siradj, KH Abdussalam Shohib dipercaya untuk menjadi Katib PBNU. Dan di tahun 2018, Gus Salam lebih memilih berkhidmat di PWNU Jawa Timur sebagai Wakil Ketua PWNU. Selama di PWNU Jawa Timur, Gus Salam benar-benar menemukan lingkungan tepat untuk mengeksplorasi gagasan, ide dan pengkhidmatannya kepada jam’iyyah dan jamaah NU.

Melalui jalur Koordinatorat Bidang Pengkaderan PWNU Jawa Timur, Gus Salam menggerakkan pengkaderan berbasis agenda secara masif se-Jawa Timur. Disertai upayanya, mendorong dan memfasilitasi agenda pengembangan inisiatif-kreatif dan inovasi di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan budaya NU ditingkat cabang. Karenanya PWNU Jawa Timur bergerak pada 5 program prioritas yang dikenal dengan ‘Panca Gerak’.

Sedangkan antar pondok pesantren, Gus Salam memfasilitasi forum-forum silaturrohim untuk menguatkan karakter pesantren. Tradisi nadhoman (syair tata bahasa) dan membaca kitab kuning dikuatkan dengan kompetisi antar pesantren. Kreatifitas dan kegemaran santri didorong melalui panggung-panggung ekspresi.

Khidmat Gus Salam di NU, tidak berhenti. Dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung, Gus Salam dikenal sebagai koordinator pengusung pasangan KH Miftachul Akhyar dan KH Yahya Cholil Staquf dari Jawa Timur, untuk mengganti kepemimpinan PBNU sebelumnya. Kemampuannya menggalang dukungan dari struktural dan kultural NU, diakui oleh banyak kalangan.

Kemudian, Gus Salam dipromosikan sebagai Sekjend PBNU berdasar kesepakatan yang dipahami oleh berbagai pihak, termasuk masyayikh NU. Namun pada akhirnya, Gus Salam harus mengalah. Jabatan Sekjend diberikan H. Saefullah Yusuf, dan Gus Salam sebagai wakil Sekjend PBNU. Dan tidak berselang lama, Gus Salam tidak berkenan mengisi jabatan di PBNU, dan lebih memilih tetap berkhidmat sebagai Wakil Ketua PWNU Jawa Timur.

Pada pertengahan tahun 2022, Gus Salam sebagai mustasyar PCNU Jombang yang juga adik sepupu dari KH Abdul Nashir Fattah, Rais Syuriyah terpilih dalam Konfercab NU Jombang (5/5/22) turut menyuarakan ketidakadilan PBNU terhadap hasil Konfercab NU Jombang. Gus Salam menilai inkonsistensi PBNU terjadi sejak awal kepemimpinan Kiai Miftah dan Gus Yahya. Karenanya, Gus Salam tetap pada posisi membela kebaikan dan kemajuan PCNU Jombang sebagai korban dari dan melawan ‘arogansi’ pimpinan PBNU.

Pembelaan KH Abdussalam Shohib terhadap PCNU Jombang berlanjut karena kebenaran dan kebaikan kebijakan masyayikh NU Jombang. Hingga pada 8 Agustus 2023, PBNU menerbitkan surat pemecatan KH Abdussalam Shohib dari jabatan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur.

Terhadap pemecatan dirinya itu, Gus Salam tersenyum lega dan berkata : “ketidakadilan yang dilakukan dan pelanggaran oleh pimpinan NU terhadap landasan dasar berjam’iyyah, qonun asasi, konstitusi dan pedoman kebijaksanaan dalam mengelola NU, harus disuarakan dan diperjuangkan”. Selanjutnya Gus Salam berujar: “lebih baik saya bersuara dan berjuang demi keyakinan dan kebaikan NU, apapun resikonya. Daripada saya bertemu dengan kakek saya, KH Bishri Syansuri, lalu ditanya; kenapa diam ?”.

Walhasil untuk Gus Salam, “saya sahabat njenengan Gus. Saya akan di garis depan memperjuangkan njenengan sebagai Ketua Umum PBNU selanjutnya. Insya Allah njenengan dipercaya sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031. Dan, dalam perjalanan nanti, saya pun akan di garis depan untuk mengingatkan njenengan, bila kepemimpinan PBNU bergeser dan melenceng dari garis-garis perjuangan NU yang semestinya”.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Ikuti Kami

10,750FansSuka
26,000PengikutMengikuti
1,079PengikutMengikuti
1,825PengikutMengikuti
16,600PelangganBerlangganan

Artikel Terbaru