Ads

Harga Daging Ayam Ras di Jawa Timur Turun Signifikan, Pedagang Khawatir Rugi

Liputanjatim.com — Harga daging ayam ras di sejumlah wilayah Provinsi Jawa Timur terpantau mengalami penurunan cukup signifikan pada Jumat (11/4/2026). Penurunan harga mencapai sekitar Rp2.500 per kilogram dibandingkan hari sebelumnya, sehingga memicu kekhawatiran di kalangan pedagang pasar.

Berdasarkan pantauan melalui Siskaperbapo Jawa Timur, harga rata-rata daging ayam ras kini berada di kisaran Rp28.000 hingga Rp31.000 per kilogram. Angka tersebut turun dari posisi sebelumnya yang berkisar antara Rp30.500 hingga Rp33.500 per kilogram.

Penurunan harga ini disinyalir dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti melimpahnya pasokan, menurunnya permintaan masyarakat, serta berakhirnya momentum hari besar keagamaan yang biasanya mendorong kenaikan harga bahan pangan.

Meski memberikan keuntungan bagi konsumen, kondisi ini justru menimbulkan tekanan bagi para pedagang. Banyak di antara mereka yang telah membeli stok ayam dengan harga lebih tinggi, sehingga kini harus menjual dengan margin keuntungan yang menipis, bahkan berpotensi merugi.

Situasi ini menjadi perhatian serius mengingat daging ayam ras merupakan salah satu komoditas pangan utama yang sangat sensitif terhadap dinamika pasar dan daya beli masyarakat. Fluktuasi harga yang terjadi secara mendadak dinilai dapat mengganggu stabilitas usaha para pelaku pasar tradisional.

Cakupan data Siskaperbapo Jawa Timur sendiri meliputi 29 kabupaten dan 9 kota di Jawa Timur, sehingga menjadi acuan penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam membaca kondisi pasar secara menyeluruh.

Pemerintah daerah melalui dinas terkait diharapkan segera melakukan evaluasi serta mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas harga. Intervensi yang tepat dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen, pedagang, dan konsumen.

Tanpa kebijakan yang terukur, fluktuasi harga daging ayam ras dikhawatirkan akan terus berlanjut dan berpotensi merugikan salah satu pihak dalam rantai distribusi pangan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Ikuti Kami

10,750FansSuka
26,000PengikutMengikuti
1,079PengikutMengikuti
1,825PengikutMengikuti
16,700PelangganBerlangganan

Artikel Terbaru