Liputanjatim.com – DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur menggelar tasyakuran sebagai ungkapan rasa syukur atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada tiga tokoh asal Jawa Timur: Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Marsinah.
Acara tasyakuran ini dihadiri para kader PKB se-Jatim pada Selasa (11/11/2025).
“Alhamdulillah, Jawa Timur mendapat tiga gelar Pahlawan Nasional tahun ini. Inilah bentuk rasa syukur kita hari ini, dengan mendoakan ketiganya,” ujar Ketua DPW PKB Jatim Halim Iskandar, yang juga Menteri Desa PDTT periode 2019–2024.
Menurut Gus Halim, ketiga tokoh tersebut memiliki semangat juang luar biasa yang pengaruhnya masih dirasakan hingga kini.
Khusus bagi Syaikhona Kholil dan Gus Dur, lanjutnya, generasi penerus wajib melanjutkan nilai-nilai luhur yang mereka wariskan, terutama dalam hal kemanusiaan.
“Gus Dur dan Syaikhona Kholil selalu menempatkan kemanusiaan di atas segalanya. Mereka tidak pernah melihat manusia dari latar belakang apa pun, selain sebagai sesama yang harus dimuliakan,” tegasnya.
Gus Halim menambahkan, perjuangan ketiga tokoh ini menjadi ruh perjuangan PKB dalam memperjuangkan hak-hak dasar rakyat. “Gus Dur mengajarkan hak hidup, hak memperoleh pekerjaan, hak menjaga harta, dan hak mendapatkan pendidikan. Prinsip-prinsip itulah yang menjadi roh perjuangan PKB, dan tidak akan pernah selesai,” ujarnya.
Menanggapi adanya klaim dari partai lain yang mengaku sebagai pengusul gelar pahlawan, Gus Halim menegaskan bahwa PKB tidak mempermasalahkannya. “Itu urusan mereka. Yang penting bagi kami, hari ini ketiga tokoh itu sudah diakui negara sebagai Pahlawan Nasional. Kita patut bersyukur dan bangga,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Halim juga menyinggung pentingnya meneruskan perjuangan Marsinah, sosok buruh perempuan yang menjadi simbol keadilan pekerja.
“Salah satu pesan dari perjuangan Marsinah adalah keadilan bagi buruh, termasuk penghapusan sistem outsourcing yang sering membuat pekerja tidak punya kepastian,” ujarnya.
Ia menutup dengan menegaskan bahwa perjuangan PKB akan terus berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan, pendidikan, dan keadilan sosial yang diwariskan para pahlawan.
“Pendidikan, kemanusiaan, dan keadilan sosial adalah perjuangan yang tidak pernah selesai. Itulah semangat yang terus kami jaga,” pungkas Gus Halim.
