Bupati Situbondo Tinjau Pembangunan Tol Prosiwangi
Liputanjatim.com – Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, meninjau pembangunan jalan tol yang kini resmi bernama Prosiwangi, Senin (10/11/2025).
Prosiwangi merupakan singkatan dari Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi. Tol tersebut adalah salah satu infrastruktur Proyek Strategis Nasional (PSN).
Pembangunan jalan tol ini sempat bernama dengan nama Probowangi. Sebelum akhirnya banyak dari pihak mengusulkan untuk mengganti menjadi Prosiwangi.
Dalam kunjungannya, Bupati Rio menekankan pentingnya tol ini untuk meningkatkan konektivitas daerah. Selain itu juga untuk mendukung mobilitas barang dan logistik yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat Situbondo.
Baca juga: Situbondo Sumbang 60 Persen, Nasim Khan Usul Ganti Nama Tol Probowangi Jadi Prosiwangi
Bupati Rio juga sempat mengunjungi Desa Tepos, Kecamatan Banyuglugur, kawasan barat Kabupaten Situbondo. Di sana, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Situbondo itu memantau progres perbaikan sejumlah infrastruktur jalan kabupaten yang pendanaannya oleh APBD.
“Proyek ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan aksesibilitas dan memperkuat jaringan jalan yang terhubung langsung dengan tol Prosiwangi,” tutur Mas Rio.
Mas Rio juga mengecek perkembangan pembangunan jalan tol Trans Jawa yang melintasi Kabupaten Situbondo. Dia mengungkapkan kebanggaannya atas penggantian nama tol dari Probowangi menjadi Prosiwangi.
“Akhirnya, tol ini resmi dinamakan Prosiwangi. Terima kasih kepada Nasim Khan, anggota DPR RI, yang telah memperjuangkan perubahan nama ini. Nama baru ini sangat penting bagi Situbondo,” ujar Mas Rio.
Perubahan nama tol ini diumumkan oleh Humas Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum. Melalui akun media sosial instagramnya, @pupr_bpjt menuliskan “Uji laik fungsi dan operasi seksi 1 dan 2 Jalan Tol Prosiwangi,”.
Jalan Tol Prosiwangi, yang membentang dari Probolinggo hingga Banyuwangi, terdiri dari beberapa seksi yang saat ini sudah memasuki tahap uji layak fungsi.
Target jalan tol Seksi 1 (Gending-Kraksaan) dan Seksi 2 (Kraksaan-Paiton) akan mulai berfungsi pada periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
“Ini untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas saat musim liburan,” aku Mas Rio.
Proyek tol yang dikerjakan oleh PT Jasa Narga Probolinggo Banyuwangi ini. Kini sedang melanjutkan pembangunan seksi 3, yakni ruas Paiton-Besuki, yang telah mencapai progres konstruksi 85,23%.
Baca juga: Proyek Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi Tinggalkan Luka di Tengah Masyarakat
Kehadiran ruas tol ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh antar kabupaten. Terpenting adalah mengurai kemacetan di jalur pantura yang selama ini menjadi titik rawan kemacetan.
“Setelah tol selesai, waktu tempuh dari Banyuwangi ke Probolinggo bisa dipangkas menjadi sekitar 45 menit, dari sebelumnya lebih dari dua jam. Ini akan berdampak positif terhadap efisiensi biaya logistik dan mempercepat distribusi barang ke berbagai wilayah,” jelas Mas Rio.
Total nilai investasi proyek tol ini yang mencapai Rp 21 triliun. Mencakup konsesi jalan tol di Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi. Tol Prosiwangi akan menjadi bagian integral dari jaringan tol Trans Jawa.
Selain meningkatkan konektivitas, kehadiran tol juga membuka peluang besar dalam sektor investasi, terutama di bidang industri pengolahan hasil laut dan pertanian, pariwisata, serta logistik.
Mas Rio juga menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini tidak hanya bergantung pada infrastruktur tol semata.
“Penting bagi kita untuk membangun sinergi antara infrastruktur tol, akses lokal, serta program-program daerah yang mendukung. Ini bukan hanya tentang tol, tetapi bagaimana Situbondo bisa ‘naik kelas’ bersama-sama. Kita berharap masyarakat dan UMKM dapat memanfaatkan peluang yang ada,” pungkas Mas Rio.
