Liputanjatim.com – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk memeriksa dan mengkaji secara mendalam teknis struktur bangunan pesantren.
Eri juga memastikan seluruh pondok pesantren di wilayahnya telah memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Klaim ini disampaikan usai pemerintah kota melakukan evaluasi dan pemetaan ulang terhadap bangunan-bangunan keagamaan.
“Dari hasil pemetaan, total ada 117 pondok pesantren yang terdaftar dalam administrasi Kementerian Agama (Kemenag). Seluruhnya memiliki IMB, baik sejak awal pendirian maupun saat melakukan renovasi,” kata Eri, pada Kamis (16/10/2025).
Data administrasi tersebut telah melalui verifikasi, bersama Kemenag Kota Surabaya untuk memastikan keabsahannya. Eri menjelaskan, proses perizinan bangunan telah berjalan sesuai aturan.
Setiap pesantren melaporkan dan mengurus IMB kepada Kemenag, baik pada saat awal pembangunan maupun ketika melakukan renovasi.
Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Surabaya akan membentuk tim teknis bersama ITS.
Pembentukan tim ini merupakan upaya preventif pascainsiden musala di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, yang ambruk dan menelan banyak korban jiwa.
Tim gabungan nantinya akan melakukan kajian teknis mendalam terhadap struktur bangunan pesantren.
Eri menegaskan bahwa tim tersebut akan segera terjun ke lapangan. Rencananya, tim gabungan Pemkot dan ITS akan mulai bekerja pekan depan.
Langkah pemetaan dan pemeriksaan ini bagian dari komitmen Pemkot Surabaya menjamin keselamatan para santri dan warga pesantren.
Upaya ini juga sekaligus memperkuat pengawasan terhadap bangunan yang digunakan untuk kegiatan pendidikan dan keagamaan.
“Dalam minggu ini timnya kami bentuk, dan minggu depan sudah turun ke lapangan untuk memastikan kekuatan seluruh bangunan pondok yang ada di Surabaya,” tandas Eri.
