Ads

Semeru Erupsi Disertai Awan Panas 4,5 Km, Warga Diminta Jauhi Zona Bahaya

Liputanjatim.com – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Jumat malam dengan disertai luncuran awan panas sejauh 4,5 kilometer dari puncak.

Berdasarkan laporan resmi Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi terjadi pada pukul 19.59 WIB. Tinggi kolom letusan teramati mencapai sekitar 700 meter di atas puncak atau berada di ketinggian 4.376 meter di atas permukaan laut.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, menjelaskan bahwa kolom abu terpantau berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong mengarah ke barat.

“Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi sekitar 4 menit 10 detik. Terjadi letusan yang diikuti awan panas dengan jarak luncur 4,5 kilometer dari puncak,” ujarnya dalam laporan tertulis.

Hingga saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Status Level III atau Siaga. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Selain itu, warga juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Area tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar hingga radius 17 kilometer dari puncak.

Tak hanya itu, masyarakat juga diminta menjauhi radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap lontaran batu pijar.

Pihak pengamatan gunung api juga mengimbau warga untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru.

Beberapa aliran sungai yang perlu diwaspadai antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan.

Masyarakat di sekitar lereng Semeru diharapkan terus memantau perkembangan informasi resmi dari otoritas terkait dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi. Keselamatan warga menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Ikuti Kami

10,750FansSuka
26,000PengikutMengikuti
1,079PengikutMengikuti
1,825PengikutMengikuti
16,700PelangganBerlangganan

Artikel Terbaru