Liputanjatim.com – Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Jawa Timur terus menyoroti capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Jawa Timur yang dinilai belum memenuhi target. Persoalan tersebut menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan keberlanjutan ekosistem.
Anggota Pansus LKPJ DPRD Jatim, Ubaidillah, mengatakan data IKLH Jatim menjadi salah satu fokus pembahasan dalam evaluasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur.
Menurutnya, kualitas lingkungan yang belum mencapai target akan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat jika tidak segera diantisipasi.
Ia menegaskan bahwa menjaga keseimbangan lingkungan hidup menjadi hal penting, mengingat kerusakan ekosistem dapat memicu berbagai persoalan, mulai dari pencemaran hingga gangguan kesehatan masyarakat.
āData IKLH Jatim ini menjadi perhatian kami karena berkaitan langsung dengan ekosistem alam. Kalau tidak dijaga dengan baik, dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat, terutama pada sektor kesehatan,ā ujar Ubaidillah.
Untuk mendalami persoalan tersebut, Pansus LKPJ DPRD Jatim telah melakukan konsultasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH). Langkah itu dilakukan guna mencari solusi sekaligus merumuskan rekomendasi bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur ke depan.
Menurut Ubaidillah, meski pembahasan masih berlangsung dan belum final, pansus telah menemukan sejumlah poin rekomendasi yang dinilai perlu segera dijalankan oleh Pemprov Jatim.
āMeski belum final, tapi kami sudah menemukan beberapa rekomendasi terkait lingkungan hidup di Jatim. Salah satunya meminimalisir kendaraan bertenaga BBM untuk beralih ke kendaraan listrik,ā katanya.
Pansus lanjutnya juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pengolahan limbah industri dan pabrik agar tidak mencemari lingkungan.
“Pengelolaan limbah yang sesuai standar adalah langkah penting untuk menjaga kualitas air, tanah, dan udara di Jawa Timur,” ujarnya.
Selain itu, Pansus juga mendorong agar program penghijauan dilakukan secara lebih masif dan terstruktur di berbagai wilayah di Jawa Timur. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas udara sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.
“Penghijauan, seperti penanaman pohon, penataan ruang terbuka hijau harus diperhatikan sebagai penyaring alami,” kata dia.
Pansus berharap berbagai rekomendasi yang tengah disusun dapat menjadi langkah konkret bagi Pemprov Jatim dalam memperbaiki kualitas lingkungan hidup serta memastikan target IKLH ke depan dapat tercapai.
