Ads

Surabaya–Sidoarjo Waspada, BPBD Jatim Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca

Liputanjatim.com –  Intensitas hujan di sejumlah wilayah Surabaya dan Sidoarjo masih tergolong tinggi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut karena cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Jawa Timur sejak awal musim hujan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, menyampaikan bahwa sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi tingginya curah hujan tersebut.

“BPBD Jawa Timur telah melakukan langkah antisipasi sejak Desember 2025. Salah satunya melalui Operasi Modifikasi Cuaca yang di laksanakan hingga 31 Januari 2026,” ujar Satriyo, Senin (5/1/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan arahan langsung Gubernur Jawa Timur dan dilakukan setiap hari di wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi.

Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Surabaya akan mengalami hujan sedang hingga lebat.

“Hujan sedang di perkirakan mencapai 50 hingga 100 milimeter per detik. Sementara hujan lebat di perkirakan melebihi 100 milimeter per detik. Kondisi ini berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir,” jelasnya.

BPBD Jawa Timur juga telah melaksanakan dua kali sortie Operasi Modifikasi Cuaca yang hanya fokus di wilayah Madura dan Surabaya.

Operasi tersebut bertujuan mengendalikan pembentukan dan pergerakan awan hujan sebelum memasuki wilayah Surabaya, mengingat sebagian besar awan hujan terdeteksi berasal dari kawasan tersebut.

“Hasil pengukuran BMKG menunjukkan curah hujan di Surabaya mencapai 80 hingga 90 milimeter. Angka ini masih masuk dalam kategori hujan sedang,” ungkap Satriyo.

Meski hujan masih terjadi dengan intensitas cukup tinggi, dampaknya lebih terkendali di bandingkan dengan prediksi awal. Sejumlah wilayah memang mengalami genangan, namun tidak sampai menimbulkan banjir besar.

BPBD Jawa Timur bersama BPBD kabupaten dan kota terus bersiaga penuh. Personel, sarana prasarana, serta logistik kebencanaan telah siap untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

“Koordinasi intensif terus kami lakukan untuk mempercepat penanganan darurat. Langkah ini di ambil agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Ikuti Kami

10,750FansSuka
26,000PengikutMengikuti
1,079PengikutMengikuti
1,825PengikutMengikuti
16,700PelangganBerlangganan

Artikel Terbaru