Ads

Ratusan Ternak Mati Akibat Awan Panas Guguran Gunung Semeru di Lumajang

Liputanjatim.com – Dahsyatnya erupsi Gunung Semeru kembali membawa kerugian material besar bagi warga di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. Ratusan ternak milik warga dilaporkan mati akibat terjangan awan panas guguran (APG) yang meluncur pada Kamis (20/11/2025).

Berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD, tercatat 124 ternak milik warga Desa Supiturang, Pronojiwo mati, terdiri dari 4 ekor sapi dan 120 ekor kambing. Data ini diperbarui pada Kamis (20/11) pukul 10.00 WIB.

Suradi (54), salah satu warga yang terdampak, mengatakan bahwa awan panas tidak hanya merusak rumah-rumah warga, tetapi juga menyapu puluhan ternak. Ia menyebut kejadian ini sebagai kali kedua rumahnya tersapu awan panas.

“Ada dua desa, Desa Sumbersari dan Kamar A, Desa Supit Urang, ada kurang lebih 50 rumah, dan bangunan sekolah dan tempat ibadah. Ada juga puluhan ternak milik warga hilang tersapu erupsi Gunung Semeru,” kata Suradi, Kamis (20/11/2025).

Suradi juga menceritakan detik-detik warga menyelamatkan diri setelah sirine peringatan bahaya berbunyi. “Sirine peringatan meraung-raung dan warga langsung keluar berlari menyelamatkan diri ke tempat aman,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan oleh Muhlisin Hamdani (31), warga Desa Kamar A, Lumajang. Ia mengatakan bahwa guguran awan panas membuat puluhan hingga ratusan rumah di desanya luluh lantak. Kini banyak warga kembali ke lokasi untuk mengecek kondisi rumah masing-masing.

“Saat ini dilakukan pendataan. Belum tahu pasti berapa rumah yang rata dengan tanah atau rusak. Sekitar puluhan sampai ratusan,” katanya, Kamis (20/11/2025).

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Menurut Muhlisin, warga sudah sempat mengungsi jauh sebelum awan panas mencapai permukiman.

“Warga mendapat peringatan 2 jam sebelumnya. Begitu mendengar sirine, warga langsung mengungsi,” lanjutnya.

Saat ini kebutuhan mendesak warga masih banyak, terutama logistik dan perlengkapan harian. Muhlisin menyebut warga membutuhkan makanan, pakaian, obat-obatan, dan masker.

BPBD Kabupaten Lumajang bersama sejumlah pihak terus melakukan asesmen kerusakan dan kerugian akibat erupsi Semeru 2025. Di sisi lain, wilayah Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro masih diguyur hujan abu. Jalan Raya Piket Nol, jalur utama penghubung Lumajang–Malang, ditutup total karena kondisi yang sangat berbahaya dan berisiko tinggi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Ikuti Kami

10,750FansSuka
26,000PengikutMengikuti
1,079PengikutMengikuti
1,825PengikutMengikuti
16,700PelangganBerlangganan

Artikel Terbaru