Liputanjatim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo akan melakukan asistensi dan asesmen terhadap bangunan gedung di lebih dari 120 pondok pesantren (Ponpes) di wilayah Bumi Reog. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk antisipasi agar musibah yang menimpa para santri Ponpes Al-Khoziny, Sidoarjo, sepekan lalu tidak terulang kembali.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mengatakan asesmen dilakukan dengan mengundang pimpinan pondok pesantren di wilayah setempat. Ia menegaskan tidak ingin nama pondok pesantren tercoreng oleh hal-hal yang tidak baik, termasuk tragedi yang menelan korban jiwa.
“Kenapa butuh asesmen karena saya ingin melihat kondisi bangunannya. Kami tidak ingin (tragedi.red) seperti di Al-Khoziny terulang di mana-mana, maka setiap pesantren didampingi oleh Dinas PU untuk mengecek kekuatan fisik bangunannya,” ujar Bupati Sugiri, Kamis (9/10/2025).
Menurutnya, melalui asesmen tersebut akan diketahui kapan pondok pesantren itu dibangun, termasuk kekuatan struktur bangunannya apabila terjadi guncangan.
“Sehingga kalau didampingi oleh Dinas PU, nanti ada kajian teknis yang bagus, detail dan bertanggung jawab. Tidak hanya bangunan pondok yang lama-lama, tapi juga yang baru atau yang sedang membangun,” terangnya.
Bupati Sugiri menambahkan, dengan upaya ini orang tua santri diharapkan tidak lagi merasa gelisah atau was-was ketika menitipkan putra-putrinya di pondok pesantren. Sebab, keamanan dan kenyamanan mereka dalam menimba ilmu bisa lebih terjamin.
“Saya sudah perintahkan Dinas PU untuk segera mengundang pimpinan Ponpes. Ini kami mulai agar pesantren mencitrakan yang baik,” tambahnya.
Selain itu, asesmen juga akan mencakup pemeriksaan kelengkapan sarana dan prasarana mitigasi bencana, seperti ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) maupun hydrant untuk menghadapi potensi kebakaran.
“Tentunya asesmen ini kita lakukan satu per satu terutama terhadap bangunan pondok yang bertingkat ya, baik lama maupun yang mau membangun. Itu harus didampingi oleh tim teknis yang paham arsitek,” tegasnya.
