Ads

Pegawai SPPG Jember Pamer Gaji, Publik Geram di Tengah Keluhan Menu MBG

Liputanjatim.com – Video pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jember yang memamerkan gaji viral di media sosial dan memicu kontroversi luas. Aksi tersebut dinilai tidak sensitif karena terjadi di tengah banyaknya keluhan soal kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggap tidak layak dan jauh dari standar anggaran.

Dalam video yang beredar, para karyawan SPPG tampak berbaris sambil memegang papan tulis berisi rincian penggunaan gaji mereka. Jawaban yang dituliskan beragam, mulai dari untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari hingga untuk membeli iPhone.

Konten tersebut langsung menuai reaksi publik. Apalagi, sebelumnya Badan Gizi Nasional (BGN) juga menegaskan bahwa SPPG wajib menggunakan minimal 15 supplier dan tidak boleh terjadi praktik monopoli dalam pengadaan bahan.

Pemerhati pendidikan Jember, Saiful Bahri, mengecam keras aksi tersebut. Ia menilai tindakan itu sangat tidak peka terhadap kondisi ekonomi masyarakat saat ini.

“Aksi ini sangat konyol. Di tengah masyarakat yang sedang kesulitan ekonomi, mereka malah pamer gaji yang notabene lebih besar dari guru P3K paruh waktu. Ini melukai perasaan publik,” ujar Saiful Bahri, Kamis (26/2/2026).

Kontroversi kian memanas karena di saat pegawai SPPG memamerkan kemakmuran, kualitas makanan yang diterima siswa sekolah dasar justru memprihatinkan. Sejumlah siswa di SDN Sumbersari 2 mengaku menerima buah yang sudah tidak layak konsumsi.

“Pernah dapat buah, tapi sudah busuk jadi tidak dimakan,” aku Naura, salah seorang siswa SD.

Hal serupa disampaikan Juna, siswa lainnya. Ia mengaku menerima jeruk dan pisang yang sudah busuk hingga gurunya melarang para siswa memakannya demi menjaga kesehatan.

Kondisi tersebut membuat wali murid, Jumadi, merasa prihatin. Ia menilai program Presiden Prabowo yang bertujuan meningkatkan gizi anak bangsa sejatinya sangat baik, namun pelaksanaannya di tingkat bawah masih amburadul.

“Jika ini terus berlanjut, saya akan melapor ke Bupati atau instansi terkait agar dilakukan pembenahan,” tegas Jumadi.

Menanggapi polemik yang terus bergulir, Bupati Jember Ahmad Fawait (Gus Fawait) memberikan pernyataan tegas melalui konten resminya. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Jember atas kendala teknis dan kualitas MBG di lapangan.

Gus Fawait menegaskan bahwa program MBG merupakan niat baik Presiden Prabowo untuk meningkatkan gizi anak bangsa dan tidak boleh dinodai oleh oknum pelaksana yang tidak kompeten.

“Ini bukan salah Pak Presiden. Namun, jika di tingkat bawah ada yang tidak sesuai SOP, saya ingatkan SPPG yang nakal untuk berhati-hati. Kami tidak segan mengusulkan pemberhentian operasional bagi SPPG yang tidak becus bekerja,” pungkas Bupati Jember.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Ikuti Kami

10,750FansSuka
26,000PengikutMengikuti
1,079PengikutMengikuti
1,825PengikutMengikuti
16,700PelangganBerlangganan

Artikel Terbaru