Ads

Kunjungi Situbondo, Fadli Zon Resmikan Pendopo Pate Alos

Liputanjatim.com. – Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Situbondo, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon meresmikan Pendopo Pate Alos, pada Minggu (25/1/2026).

Kunjungan tersebut sebagai bentuk peninjauan sejumlah bangunan bersejarah peninggalan era kolonial di wilayah bekas Karesidenan Besuki.

Didampingi Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Wakil Bupati, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Fadli Zon meninjau gedung eks Karesidenan Besuki yang pada masanya menjadi pusat pemerintahan wilayah Tapal Kuda.

Bangunan bersejarah yang dibangun pada 1805 dan mulai berfungsi pada 1818, menjadikannya salah satu aset arsitektur tertua di Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon menekankan pentingnya peran kepala daerah dalam memajukan kebudayaan. Sebagaimana di amanatkan dalam Pasal 32 Ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945.

Menurutnya, negara berkewajiban menjamin masyarakat untuk memelihara serta mengembangkan nilai-nilai budaya sebagai bagian dari identitas nasional.

Memajukan kebudayaan tidak berhenti pada pelestarian dan perlindungan semata. Tetapi juga mencakup pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan secara berkelanjutan,” ujar Fadli Zon.

Ia menjelaskan bahwa Kementerian Kebudayaan tengah melakukan percepatan registrasi cagar budaya nasional.

Dalam konteks tersebut, gedung eks Karesidenan Besuki menurutnya sangat layak di tetapkan sebagai cagar budaya nasional mengingat nilai sejarah dan usianya yang telah melampaui dua abad.

“Dengan status cagar budaya nasional, bangunan ini akan lebih mudah dipantau, dirawat, dan dikembangkan secara profesional,” katanya.

Lebih lanjut, Fadli Zon mengungkapkan rencana kerja sama antara Kementerian Kebudayaan dan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur untuk merevitalisasi gedung eks Karesidenan Besuki dan menjadikannya sebagai museum.

Baca juga: Banjir Meluas di Situbondo, Wabup Ulfiyah Terjun Langsung Dampingi Warga

Museum ini diharapkan mampu merekam dan menyajikan sejarah Besuki beserta wilayah-wilayah yang dahulu berada dalam lingkup karesidenan tersebut.

Menurutnya, revitalisasi bangunan bersejarah justru akan menghadirkan nilai tambah baru, baik dari sisi edukasi maupun pariwisata budaya.

Pendopo Pate Alos dan museum yang sedang dalam perencanaan itu, menjadi harapan sebagai pusat kegiatan budaya, ruang edukasi publik, sekaligus wadah ekspresi seni dan tradisi masyarakat.

“Budaya bukan beban, melainkan harta. Sumber daya alam bisa habis, tetapi budaya akan terus hidup selama manusia menjaga dan mengembangkannya,” tegasnya.

Ia juga menyoroti peran strategis kebudayaan sebagai penggerak ekonomi. Hal itu merujuk pada pengalaman sejumlah negara seperti Amerika Serikat, India, dan Korea Selatan, yang berhasil menjadikan budaya sebagai fondasi industri kreatif dan kekuatan ekonomi nasional.

Sementara itu, Bupati Rio menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan kebudayaan di Situbondo.

Ia mengaku terharu atas komitmen Kementerian Kebudayaan untuk merestorasi gedung eks Karesidenan Besuki dan menjadikannya museum.

“Ini akan menjadi museum pertama dan satu-satunya di kawasan Tapal Kuda. Tentu ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi kami,” ujarnya.

Bupati Rio menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk mengalokasikan anggaran restorasi bangunan-bangunan bersejarah. Sekaligus menata kawasan Besuki sebagai kawasan Besuki Heritage.

Hal tersebut guna memperkuat identitas sejarah dan budaya daerah sekaligus meningkatkan daya tarik wisata berbasis budaya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Ikuti Kami

10,750FansSuka
26,000PengikutMengikuti
1,079PengikutMengikuti
1,825PengikutMengikuti
16,700PelangganBerlangganan

Artikel Terbaru