Liputanjatim.com – Jalur penghubung antarwilayah di Dusun Leprak, Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang, Bondowoso, harus di alihkan melewati Kabupaten Situbondo setelah jembatan lama penghubung antarwilayah ambrol.
Kondisi ini memaksa masyarakat harus memutar jauh melalui Kabupaten Situbondo untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk keperluan ekonomi dan layanan kesehatan.
Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Kristianto, mengatakan pihaknya telah melakukan penanganan sementara di lokasi kejadian sebagai langkah awal pengurangan risiko kecelakaan.
“Penanganan tersebut bersifat darurat sambil menunggu kebijakan lanjutan dari pimpinan daerah,” katanya.
Kristianto menjelaskan, hasil asesmen lapangan akan segera dilaporkan kepada pimpinan sebagai dasar pengambilan keputusan.
BPBD Bondowoso juga telah menjadwalkan rapat lanjutan untuk membahas langkah penanganan yang lebih menyeluruh.
“Besok langsung rapat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, kerusakan jembatan tersebut sejatinya telah terjadi sejak Februari 2025 akibat banjir, dan lebih parah dengan adanya longsor.
Pasca kejadian awal, BPBD telah mengusulkan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Usulan sudah berjalan dan tinggal verifikasi lapangan. Sebenarnya sudah on the track, namun karena adanya bencana di Aceh, BNPB belum bisa turun ke Bondowoso,” terang Kristianto.
Sementara itu, Muhammad Idrus, warga Desa Wonoboyo, menuturkan ambrolnya jembatan berdampak besar bagi masyarakat.
Ia menyebut, warga yang hendak menuju Kecamatan Klabang kini harus memutar melalui Situbondo dengan waktu tempuh mencapai dua jam, padahal jalur normal hanya sekitar 30 menit.
Ia menambahkan, kondisi tersebut sangat menyulitkan terutama saat kondisi darurat. Ambulans tidak bisa melintas sehingga harus mengambil jalur Kendit, Situbondo.
Selain itu, distribusi hasil pertanian dan aktivitas perdagangan, termasuk pedagang sapi menuju Pasar Hewan Bondowoso, ikut terganggu.
Warga pun berharap pemerintah daerah segera memberikan respons dan solusi permanen demi keselamatan dan kelangsungan ekonomi masyarakat.
