Ads

Hujan Deras Picu Luapan Bengawan Jero, Ribuan Rumah di Lamongan Terdampak

Liputanjatim.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Lamongan dalam beberapa hari terakhir memicu meningkatnya debit air Bengawan Jero hingga meluap ke sejumlah kawasan. Kondisi tersebut menyebabkan banjir meluas dan berdampak pada permukiman warga, lahan pertanian, hingga fasilitas pendidikan.

Sugeng Widodo menjelaskan, tingginya curah hujan terjadi secara merata di berbagai wilayah Lamongan. Aliran air dari sejumlah daerah kemudian berkumpul di Bengawan Jero sebelum mengalir ke Bengawan Solo, sehingga debit air meningkat signifikan.

“Curah hujan cukup tinggi terjadi secara merata di Lamongan. Air dari sejumlah wilayah ini kemudian bermuara ke Bengawan Jero sebelum akhirnya mengalir ke Bengawan Solo. Kondisi ini menyebabkan debit air meningkat signifikan,” kata Sugeng Widodo kepada wartawan, Rabu (21/1/2026).

Berdasarkan data rekapitulasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, luapan Bengawan Jero telah berdampak pada 5.188 rumah warga dan 7.125 hektare lahan pertanian yang tersebar di lima kecamatan. Tidak hanya sektor permukiman dan pertanian, genangan air juga mengganggu aktivitas pendidikan karena puluhan lembaga pendidikan dilaporkan ikut terdampak banjir.

Untuk mengatasi genangan, pemerintah daerah mengerahkan pompa air di sejumlah titik rawan.

“Sebanyak 15 pompa air diaktifkan untuk atasi genangan air di sejumlah titik yang ada di wilayah Lamongan. Kapasitas pompa yang siaga berada di Rolak Kuro sebesar 8.500 lt/dt, terbagi menjadi beberapa kewenangan pusat, provinsi, dan kabupaten. Per 14 Januari 2025 kemarin, sebagai upaya penanggulangan banjir atas dasar masuknya siaga merah, ditambahkan sehingga menjadi 9.900 lt/dt yang terdiri dari 15 pompa,” paparnya.

Selain pengoperasian pompa, Pemkab Lamongan melalui BPBD juga melakukan pemantauan intensif di wilayah terdampak. Personel disiagakan untuk mengantisipasi kondisi darurat, sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa terkait kesiapsiagaan evakuasi serta penyaluran bantuan bagi warga terdampak.

“Dalam penanganan genangan air, fokus tidak hanya pada menurunkan tinggi muka air. Tetapi juga mengurangi durasi lama genangan, agar aktivitas masyarakat dapat tetap berjalan secara normal meskipun terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” lanjutnya.

Upaya lain yang dilakukan adalah pembuangan air secara gravitasi melalui sejumlah aliran sungai, di antaranya Kali Corong, Kali Wangen, Kali Tebaloan, dan Kali Bendungan, guna mempercepat surutnya genangan di kawasan terdampak banjir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Ikuti Kami

10,750FansSuka
26,000PengikutMengikuti
1,079PengikutMengikuti
1,825PengikutMengikuti
16,700PelangganBerlangganan

Artikel Terbaru