Liputanjatim.com – Program Magang Nasional yang akan berlangsung pada 15 Oktober 2025 mendapat dukungan dari Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Arzeti Bilbina. Ia menilai program tersebut sebagai inisiatif positif pemerintah dalam menjembatani lulusan baru ke dunia kerja.
Menurut Arzeti, kehadiran program ini bisa menjadi solusi atas tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan baru. Ia menekankan pentingnya mendapatkan pengalaman kerja dan keterampilan praktis melalui skema magang berbayar yang ada dalam program ini.
“Program ini memberi peluang besar bagi fresh graduate untuk merasakan langsung dunia kerja dan menambah kemampuan mereka. Adanya uang saku setara upah minimum juga menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan peserta,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Meski mendukung penuh, Arzeti menggarisbawahi perlunya pelaksanaan yang akuntabel dan terbuka, khususnya dalam tahap seleksi peserta. Ia mendorong pemerintah agar menerapkan sistem rekrutmen yang adil, serta menyampaikan informasi teknis secara rinci dan tepat waktu kepada publik.
“Kami minta semua tahapan dilakukan secara terbuka dan tidak terburu-buru. Persyaratan dan tata cara pendaftaran harus diumumkan secara jelas agar peserta dapat mempersiapkan diri dengan baik,” tegas legislator asal Jawa Timur tersebut.
Ia juga menekankan agar setiap perusahaan yang ditunjuk sebagai mitra program benar-benar memiliki rencana pelatihan yang bermanfaat. Menurutnya, magang seharusnya tidak sekadar menjadi ajang formalitas, tetapi benar-benar mendukung peningkatan kompetensi peserta.
“Peserta harus benar-benar diberi kesempatan belajar dan bekerja sesuai tujuan program, bukan sekadar ditempatkan tanpa kejelasan tugas,” tambahnya.
Untuk menjamin kualitas dan efektivitas program, Arzeti mendorong adanya evaluasi menyeluruh secara berkala. Ia menilai pemantauan terhadap pelaksanaan, hak peserta, hingga kinerja perusahaan mitra sangat penting demi menjaga kredibilitas dan manfaat jangka panjang program ini.
“Kami tidak ingin program Magang Nasional ini berjalan setengah hati. Evaluasi rutin perlu dilakukan agar output-nya jelas dan para lulusan program ini benar-benar siap masuk ke dunia kerja,” pungkasnya.
