Ads

DPRD Jatim Minta Dishub Gencarkan Sosialisasi Trans Jatim Malang Demi Transportasi Berkeadilan

Liputanjatim.com – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, menegaskan pentingnya sosialisasi yang masif terkait rencana pengoperasian Trans Jatim koridor Malang.

Hal ini disampaikan usai melakukan pertemuan dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jatim, Dishub Kota Malang, Ketua DPRD, serta Komisi C DPRD Kota Malang beberapa waktu lalu.

Anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim itu mengatakan, sebagian pihak masih belum sepenuhnya memahami tujuan program ini, termasuk para sopir angkot.

“Belum semuanya setuju. Yang tidak setuju itu karena belum paham. Sosialisasinya belum dilakukan, mereka sudah punya persepsi sendiri. Insya Allah setelah pertemuan, sudah ada titik temu, selanjutnya kami meminta Dishub Provinsi Jatim untuk terus mensosialisasikan ini agar bukan hanya masyarakat, terutama sopir-sopir angkot, itu paham,” ujarnya, Rabu (1/9/2025).

Dewanti menegaskan, kehadiran Trans Jatim tidak dimaksudkan untuk mematikan rezeki sopir angkot, melainkan menambah fasilitas transportasi yang bisa menguntungkan semua pihak. Ia menyebutkan, teknis pembagian trayek dan jalur masih dalam tahap pembahasan dan akan menyesuaikan masukan dari sopir, masyarakat, maupun Dishub.

“Jalan yang akan dilalui bisa berubah sampai ada titik temu yang win-win solution. Itu baru dijalankan,” tegasnya.

Politisi dari Dapil Malang Raya itu juga menyoroti dampak positif Trans Jatim bagi Malang Raya. Kehadiran transportasi publik ini diharapkan mempermudah mobilitas warga, mahasiswa, hingga wisatawan.

“Mahasiswa yang setiap tahun 100 ribu orang masuk ke Malang Raya, yang tidak punya kendaraan, bisa menggunakan ini dan menghemat pengeluaran. Wisatawan dari Jakarta pun bisa langsung terlayani tanpa harus keluar biaya transportasi mahal,” jelasnya.

Apalagi, masih kata Dewanti, Trans Jatim ini juga masih disubsidi oleh Pemprov Jatim. Sehingga akan memberikan banyak keuntungan bagi pengguna.

“Kalau masuk hitungan, tidak mungkin 5 ribu itu menutup biaya operasional. Tapi ini dampaknya besar, memutar ekonomi dan membantu masyarakat,” ucapnya.

“Ya nanti kalau sudah benar benar memberikan manfaat dan dibutuhkan keberadaannya, secara bertahap subsidi akan di hilangkan,” lanjutnya mempertegas.

Seperti diketahui, enam koridor Trans Jatim yang telah beroperasi. Ke enam koridor Trans Jatim diantaranya Koridor I (Sidoarjo–Surabaya–Gresik), Disusul Koridor II (Mojokerto–Surabaya) Koridor III (Mojokerto–Gresik) Koridor IV (Gresik–Lamongan), dan Koridor V (Surabaya–Bangkalan) terbaru Koridor VI (Sidoarjo–Mojokerto) pada pertengahan 2025.

Enam koridor ini pada dasarnya membentuk kerangka awal sistem transportasi regional yang bisa terus dikembangkan ke Pasuruan, Jombang, dan Malang Raya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Ikuti Kami

10,750FansSuka
26,000PengikutMengikuti
1,079PengikutMengikuti
1,825PengikutMengikuti
16,700PelangganBerlangganan

Artikel Terbaru