Liputanjatim.com – Sikap Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, bukan soal kebijakan, melainkan soal branding bantuan kemanusiaan.
Di tengah musibah yang menimpa Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Khofifah menyalurkan bantuan dengan label besar bertuliskan “Bantuan Gubernur Jawa Timur”. Tulisan itu terpampang jelas pada truk pengangkut bantuan, sebagaimana terlihat dalam unggahan akun Instagram ini_surabaya yang kemudian viral.
Unggahan tersebut pun viral dan tidak sedikit dipertanyakan netizen. Warga media sosial mempertanyakan asal bantuan tersebut, apakah dari kantong pribadi atau dari dana APBD Jatim?
Tak hanya warga dunia maya, anggota DPRD Jawa Timur, Multazamudz Dzikri, juga ikut mengernyitkan dahi. Ia mengaku heran dengan asal-usul bantuan tersebut. Menurutnya, jika bantuan berasal dari APBD, maka penulisannya jelas harus mewakili institusi pemerintah, bukan sosok personal.
“Terkait bantuan Gubernur Jatim ke Aceh dari mana sumbernya? Kalau dari APBD harusnya berbunyi Pemprov, bukan person Gubernur,” kata Multazam saat dikonfirmasi di ruangannya, Jumat (12/12/2025).
Politisi muda itu pun mengingatkan agar Khofifah tidak memanfaatkan momentum musibah untuk kepentingan citra politik. Apalagi jika sampai menimbulkan kesan bahwa dana publik seolah-olah berasal dari kantong pribadi.
“Ayolah jangan pansos atas penderitaan saudara kita. Kalau begini kan kesannya duit pribadi, padahal dari APBD,” ujarnya.
Ia bahkan memberi saran yang lebih netral agar tidak menyakiti hati masyarakat Jatim yang telah bersusah payah menyumbangkan dananya melalui pajak.
“Alangkah lebih baik misal judulnya bantuan dari Pemerintah Jawa Timur atau sekalian aja dari Warga Jawa Timur,” ujarnya.
Menurutnya, musibah yang sedang terjadi sudah cukup menyita perhatian dan empati banyak pihak. Karena itu, ia menilai tidak elok jika justru ada pihak yang terlihat ingin menumpang popularitas.
“Musibah ini cukup menyita perhatian banyak pihak, tidak elok kalau masih ada yang pansos begini,” katanya.
“Jangan jadikan musibah ini sebagai ajang cari ketenaran,” pungkas Multazam.
