Liputanjatim.com. – Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, siap menjadi tuan rumah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35. Hal itu langsung disampaikan oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo.
Bupati Rio menyambut kabar baik terkait pelaksanaan Muktamar NU yang rencananya pada pertengahan tahun 2026.
Ia menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah dalam pemusyawaratan tertinggi NU tersebut.
“Muktamar NU yang terakhir di gelar pada 23-25 Desember 2021 di Lampung. Nah, tahun ini kami siap menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35.” ujar Bupati Rio, saat mengikuti acara Napak Tilas Isyarah Pendirian Jam’iyyah Nahdlatul Ulama di Bangkalan, Minggu (4/1/2026).
Pelaksanaan Muktamar NU lima tahun sekali dalam rangka mengevaluasi kinerja pengurus NU, menyusun program serta memilih pengurus Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU yang baru.
“Muktamar NU ke27 yakni pada tahun 1984 di laksanakan di Situbondo. Jadi, Situbondo ini pernah menjadi bagian dari dinamika besar NU, semoga Situbondo kembali dipercaya menjadi tuan rumah,” bebernya.
Bupati bilang, Situbondo punya garis historis yang kuat dengan NU. Hal ini telaht terbukti dengan peran KHR As’ad Syamsul Arifin dalam pendirian Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.
“Pemerintah daerah siap berkolaborasi dengan seluruh elemen NU, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya jika Muktamar NU berikutnya di laksanakan di Situbondo,” tegas Bupati Rio.
Bupati juga menjamin aspek keamanan dalam pelaksanaan Muktamar NU 2026. Katanya, situasi di Kabupaten Situbondo sangat aman dan kondusif guna mendukung kelancaran Muktamar NU.
“Bahkan, para kiai berinisiatif agar konsumsi peserta Muktamar NU, di tanggung oleh pondok-pondok pesantren di Situbondo,” terangnya.
Bupati Rio menambahkan bahwa momentum Napak Tilas Isyarah Pendirian Jam’iyyah Nahdlatul Ulama pada hari ini bisa menjadi ruang rekonsiliasi dan penguatan persaudaraan di internal NU.
“Semoga seluruh tokoh NU kembali ke khittah. Dan menjaga NU sebagai rumah besar umat Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.” imbuh Bupati Rio.
