Liputanjatim.com — Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Muhammad Mughni mendorong pemerintah untuk lebih serius memperkuat sektor riil sebagai strategi menjaga ketahanan ekonomi di tengah pelemahan ekonomi nasional dan dinamika konflik global.
Politisi PKB ini menilai melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir menjadi sinyal perlunya penguatan ekonomi domestik yang berangkat dari sektor paling dasar.
Menurut Mughni, sektor riil memiliki daya tahan yang kuat dan relatif tidak terpengaruh langsung oleh konflik global.
“Penguatan sektor-sektor seperti pertanian dan peternakan dinilai sangat strategis karena menyentuh langsung kebutuhan primer masyarakat serta menjadi fondasi utama perekonomian daerah,” katanya, Sabtu (31/1/2026).
Ia menegaskan bahwa pembangunan kekuatan ekonomi harus dimulai dari bawah atau bottom up, yakni dengan memperkuat ekonomi rakyat, petani, peternak, dan pelaku usaha kecil di daerah. Pendekatan ini diyakini mampu menciptakan ketahanan ekonomi yang lebih kokoh dan berkelanjutan.
“Keseriusan dalam membangun fondasi sektor riil sangat penting agar mampu menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” ujarnya.
Selain itu, Mughni juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi harus menyebar secara lebih inklusif agar manfaatnya dirasakan secara merata oleh masyarakat.
“Melalui penguatan sektor riil berbasis bottom up, kami berharap ekonomi daerah semakin tangguh menghadapi tekanan global serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya.
