Liputanjatim.com – Sekitar 2.000 driver ojek online (ojol) di Jawa Timur akan turun ke jalan dalam aksi damai, pada Selasa (28/4/2026). Aliansi Dobrak (Driver Online Bubarkan Aplikator Nakal) menggagas aksi ini sebagai bentuk protes terhadap kebijakan aplikator yang menurut mereka merugikan para pengemudi.
Titik kumpul massa berada di kawasan Bundaran Waru, dekat mal City of Tomorrow (CITO). Kemudian bergerak menuju Gedung DPRD Jawa Timur di Jalan Indrapura, Surabaya.
Humas Aliansi Dobrak, David Walalangi, mengonfirmasi berita tersebut. Menurutnya, aksi akan mulai sejak pagi.
“Hari Selasa 28 April 2026. Kami dari Aliansi Dobrak akan melakukan aksi damai mulai jam 08.00 WIB di CITO dan Jalan Ahmad Yani,” uungkap David melansir Kompas.com, Senin (27/4/2026).
Baca juga: Capai Angka 256 Ribu Kasus, DPRD Jatim Soroti Tingginya Kasus Pekerja Anak
Dalam aksi tersebut, massa pengemudi ojek online (ojol) akan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan pihak aplikator. Tuntutan tersebut, yakni:
- Mendesak DPRD Jatim menerbitkan Perda yang memuat sanksi administrasi hingga pemblokiran bagi aplikator transportasi online (R2 dan R4) di Jawa Timur
- Menuntut Gubernur Jatim menerbitkan sanksi sosial berupa Surat Peringatan (SP) kepada aplikator pelanggar SK Gubernur Jatim serta rekomendasi ke Komdigi
- Menghapus program tarif ilegal dan mengembalikan hak pengemudi. Hal itu sesuai SK Gubernur Jatim yakni Rp 2.000 per kilometer untuk R2 dan Rp 3.800 per kilometer tarif bersih untuk R4.
David menyebutkan, sekitar 2.000 perwakilan driver ojek online (ojol) dari seluruh Jawa Timur akan turun ke jalan dalam aksi tersebut.
Massa akan berkumpul di titik yang telah mereka tentukan sebelum bergerak bersama menuju lokasi aksi untuk menyuarakan tuntutan mereka.
“Rute aksi disebut bersifat tentatif, namun secara umum massa akan bergerak dari Bundaran CITO menuju DPRD Jatim,” tukasnya.
Aksi yang melibatkan ribuan driver ojol ini akan berdampak pada arus lalu lintas di sejumlah titik strategis Kota Surabaya.
Beberapa jalur yang terdampak di antaranya Jalan Ahmad Yani, Jalan Wonokromo, hingga Jalan Indrapura.
Massa di sebut berpeluang bergerak dari Jalan Ahmad Yani, melintasi Jalan Diponegoro, Jalan Kedungdoro, Jalan Bubutan, dan berakhir di depan Kantor DPRD Jawa Timur.
Alternatif rute lain juga memungkinkan melalui Jalan Raya Darmo, Jalan Basuki Rahmat, hingga Jalan Embong Malang sebelum menuju Jalan Indrapura.
