Liputanjatim.com – Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKB, Ratna Juwita Sari, menilai banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa menjadi bukti nyata bahwa ancaman perubahan iklim semakin serius dan tidak bisa diabaikan. Ia mendorong pemerintah untuk segera mengintensifkan strategi adaptasi dan mitigasi secara menyeluruh, mengingat jumlah warga terdampak telah melampaui 100.000 orang.
“Banjir yang berdampak pada ratusan ribu warga di Jawa ini adalah bukti bahwa perubahan iklim ancaman riil. Pemerintah harus lebih serius dan konsisten melakukan upaya mitigasi agar dampak bencana tidak semakin parah,” ujar Ratna di Jakarta, Senin (19/1/2026).
Menurut Ratna, rangkaian bencana hidrometeorologi yang terjadi belakangan ini menunjukkan adanya peningkatan frekuensi dan intensitas anomali cuaca. Kondisi tersebut, kata dia, tidak lagi bisa dipandang sebagai peristiwa biasa. Berdasarkan data terbaru, banjir di Jawa Tengah telah merendam ribuan rumah dan berdampak pada sedikitnya 137.601 jiwa.
“Selain permukiman, banjir menggenangi lahan pertanian, merusak tanggul, serta memutus akses infrastruktur vital yang mengancam ketahanan pangan dan ekonomi daerah,” urainya.
Ratna menegaskan, penanganan bencana tidak boleh dilakukan secara parsial. Ia mendorong adanya pendekatan dari hulu ke hilir dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem, mulai dari percepatan pembangunan dan perawatan bendungan serta tanggul, normalisasi sungai, hingga penguatan penghijauan di Daerah Aliran Sungai (DAS) dan perlindungan kawasan resapan air.
“Kami juga mendorong penguatan sistem drainase perkotaan dan teknologi peringatan dini berbasis risiko bencana,” katanya.
Ia juga meminta pemerintah bersikap tegas terhadap pelaku perusakan lingkungan dan praktik alih fungsi lahan yang tidak terkendali. Ia menilai penegakan hukum yang konsisten menjadi faktor kunci dalam keberhasilan mitigasi perubahan iklim.
“Jangan sampai kepentingan keuntungan pihak tertentu mengorbankan keselamatan masyarakat. Pemerintah harus memimpin dengan kebijakan yang berpihak pada kelestarian lingkungan demi tanggung jawab kepada generasi mendatang,” pungkasnya.
