Ads

Gerindra Sebut Program ‘Dik Dilan’ Menjawab Kebutuhan Masyarakat

SURABAYA, Liputanjatim.com – Partai Gerindra, salah satu dari empat partai pengusung pasangan calon (Paslon) Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno bakal mengawal program ‘Dik Dilan’. Program pendidikan berkelanjutan ini dinilai menjawab kebutuhan masyarakat.

“Program ini sangat bagus, mari kita kawal bersama. Kalau nanti Gus Ipul dan mbak Puti jadi, mari kita tagih bersama,” kata Sekretaris DPC Gerindra Surabaya, AH. Thony,(Selasa,20/2).

Thony mengatakan, masyarakat sangat senang mendengar program yang dicanangkan Gus Ipul-Puti. Program Dik Dilan dinilai sebagai program yang menjawab kebutuhan masyarakat, apalagi masyarakat Surabaya. Hal ini terjadi lantaran Kota Surabaya pernah merasakan pendidikan gratis, namun program tersebut tiba-tiba di cabut seiring dengan kebijakan supaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) menarik pengelolaan pendidikan SMA/SMK.

Fakta tersebut membuat pemerintah kabupaten/kota frustasi untuk membantu masyarakatnya. Namun, ketika program Dik Dilan muncul, kabupaten/kota yang pernah menerapkan pendidikan gratis bagi SMA/SMK langsung senang. Mereka menyambut baik program yang ditetapkan pasangan Gus Ipul-Puti.

“Program ini menjawab kebutuhan masyarakat, kabupaten/kota juga senang karena kebijakan pendidikan gratis bisa dilakukan kembali. Ibaratnya, masyarakat disirami guyuran hujan,” ujarnya.

Sebenarnya, program masing-masing calon Gubernur Jatim baik semua, tetapi program Gus Ipul-Puti lebih baik. Gus Ipul sangat tahu bagaimana mengenal masyarakat tingkat bawah. Karena kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Gus Ipul dalam pemerintah provinsi sudah dikenal. Makanya, Gus Ipul dalam membuat program tidak hanya jargon saja, melainkan kebutuhan-kebutuhan faktual yang ada di masyarakat.

Dik Dilan lanjut dia, merupakan program unggulan yang dibutuhkan masyarakat. Program ini sangat penting karena kunci kemajuan sebuah daerah terletak kepada pendidikan masyarakat. Pendidikan ini juga bisa mengurangi angka kemiskinan, dengan pendidikan tinggi maka kesejahteraan meningkat.

“Pendidikan ini kan semua kunci dalam kehidupan. Jadi sangat penting untuk diterapkan kepada masyarakat,” jelas Thony.

Gus Ipul, nantinya akan mengatur daerah-daerah mana yang bisa menerapkan program pendidikan gratis. Menurut dia, ada perbedaan penerapan penggratisan pendidikan bagi masing-masing kabupaten/kota. Di setiap kabupaten/kota memiliki kultur berbeda, selain itu kemampuan APBD juga berbeda-beda. Untuk itu, perlu dilakukan pengkajian berbeda supaya penerapan tepat sasaran.

“Kan ada kabupaten/kota yang sudah mampu memberikan pendidikan gratis, ada juga yang belum mampu. Nanti mekanisme-nya berbeda-beda di setiap daerah,” terang Thony.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Ikuti Kami

10,750FansSuka
26,000PengikutMengikuti
1,079PengikutMengikuti
1,825PengikutMengikuti
16,700PelangganBerlangganan

Artikel Terbaru