Liputanjatim.com – Aktor kenamaan Ethan Hawke, yang telah mengantongi empat nominasi Academy Award, kembali menghidupkan salah satu karakter paling mengerikan dalam kariernya: The Grabber. Dalam sekuel terbaru “The Black Phone”, Hawke hadir bukan hanya sebagai sosok penculik, tetapi sebagai ancaman dari balik kematian yang menuntut balas.
Cerita berlanjut beberapa tahun setelah peristiwa film pertama. Finn (Mason Thames), kini berusia 17 tahun, masih dibayangi trauma masa lalu saat ia nyaris tewas di tangan The Grabber. Adiknya, Gwen (Madeleine McGraw), yang kini berusia 15 tahun, kembali terhubung dengan dunia gaib melalui black phone/telepon misterius yang menjadi ikon film pertamanya.
Dalam mimpi-mimpi menyeramkan, Gwen menerima panggilan tak kasatmata dan melihat penglihatan tentang tiga anak laki-laki yang diburu di sebuah perkemahan musim dingin bernama Alpine Lake. Penglihatan itu memicu rasa penasaran sekaligus ketakutan: siapa sosok yang mengirim pesan dari alam lain?
Didorong firasat dan tekad kuat, Gwen meyakinkan Finn untuk pergi ke Alpine Lake. Meski badai salju membayangi dan bahaya mengintai, keduanya memutuskan menyelidiki misteri itu. Namun sesampainya di lokasi, mereka menemukan fakta mengejutkan yakni hubungan kelam antara The Grabber dan sejarah keluarga mereka sendiri.
Film ini kembali digarap oleh sutradara visioner Scott Derrickson, yang menulis naskah bersama C. Robert Cargill. Kisahnya masih didasarkan pada karakter karya Joe Hill. Jason Blum, Derrickson, dan Cargill bertindak sebagai produser, meneruskan formula sukses film pertama.
“The Black Phone” (2022) sebelumnya menuai pujian kritikus dan meraup pendapatan lebih dari USD 160 juta atau sekitar Rp2,6 triliun secara global. Sekuel ini pun memantik antusiasme besar, terutama dari penggemar horor psikologis yang menanti teror baru dari The Grabber.
Pertanyaannya kini, mampukah film lanjutan ini menyamai, atau bahkan melampaui, keseraman dan kesuksesan pendahulunya? Penonton tampaknya siap kembali mengangkat gagang telepon hitam, meski tahu horor menanti di ujungnya.
