Ads

Kandidat Potensial Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-35 NU

Liputanjatim.com Keputusan PBNU untuk mengadakan Muktamar ke-35 NU pada bulan Juli/Agustus tahun ini memiliki makna sangat strategis karena bersamaan dengan momentum menapaki gerbang perjalanan abad kedua organisasi keagamaan terbesar di dunia, sekaligus mengundang pertanyaan arus besar publik tentang siapa yang akan menahkodai PBNU periode mendatang.

Institut Nahdliyin Nusantara (Insantara) merilis daftar  tokoh yang berpotensi besar berlaga dan terpilih sebagai Ketum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU nanti.

Peneliti Insantara, Wildan Efendy menuturkan kriteria dalam menentukan 14 nama calon Ketum PBNU berdasarkan aspek popularitas, jalur sumber kandidat, dan wawancara dengan pengurus dan warga NU.  

Kandidat dari PBNU: Prof KH Nuh DEA, KH Yahya Cholil Staquf, KH Syaifullah Yusuf, KH Zulfa Mustofa

Kandidat dari PWNU: KH Abd Ghaffar Rozin, KH Abd Hakim Mahfudz, KH Juhadi Muhammad

Kandidat dari Tokoh NU dan Pesantren: KH Imam Jazuli, KH Abdussalam Shohib, KH Yusuf Chudlori, KH Marzuqi Mustamar

Kandidat dari Tokoh Politik dan Pemerintahan: H Muhaimin Iskandar, H Nusron Wahid, Prof KH Nasaruddin Umar

Arus Kuat Kepemimpinan Baru PBNU

Pergantian kepemimpinan di sebuah institusi keagamaan bukanlah peristiwa biasa. Ia adalah titik awal dari tanggung jawab yang lebih besar jam’iyyah ulama ini untuk melakukan perbaikan tata kelola organisasi dan khidmat untuk umat.

Wildan menyatakan bahwa desakan transisi kepemimpinan PBNU yang sangat kuat dari  PWNU, PCNU dan aspirasi warga NU, menjadi salah satu indikator keinginan besar lahirnya nahkoda baru di tubuh PBNU. Tingginya aspirasi  pengurus dan warga NU agar segera terjadi perngantian elit PBNU mesti djaga kesadaran ini sampai Muktamar ke-35 berlangsung, agar tercipta  kepemimpinan baru PBNU yang lebih baik, berintegritas dan sesuai dengan zaman di abad kedua NU.

Insantara juga merilis temuan bahwa 90% struktural dan kulural NU menghendaki proses pemilihan di Muktamar mendatang melalui sistem Ahwa penuh, baik Syuriyah maupun Tanfdziyah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Ikuti Kami

10,750FansSuka
26,000PengikutMengikuti
1,079PengikutMengikuti
1,825PengikutMengikuti
16,700PelangganBerlangganan

Artikel Terbaru