Liputanjatim.com. – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, melaporkan banjir akibat luapan sungai merendam sekitar 900 rumah warga yang tersebar di empat desa pada Minggu (11/1/2026) malam.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan ratusan rumah warga terdampak banjir luapan sungai yang tidak mampu menampung debit air itu, yakni Desa Cerme, Suling Kulon, Ramben Wetan, dan Desa Grujugan, Kecamatan Cerme.
“Setelah petugas BPBD melakukan asesmen dampak banjir luapan tadi malam. Ada 875 rumah terdampak dan tergenang air dengan ketinggian air sekitar 25 cm, namun pagi ini sudah surut.” kata Kristianto, Senin (12/1/2026).
Menurut Kristianto, sebelum banjir luapan sungai menerjang areal persawahan dan pemukiman warga di empat desa itu. Pada Minggu (11/1/2026) sore hingga malam di wilayah itu dan beberapa wilayah lainnya diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Pada pukul 19.00 WIB, katanya, air sungai mulai meluap. Luapan itu menggenangi persawahan dan ratusan rumah warga di kecamatan perbatasan Bondowoso dan Situbondo tersebut.
“Sejauh ini tidak ada rumah warga terdampak banjir yang mengalami kerusakan. Fasilitas umum, seperti pagar sekolah ambruk dan aspal jalan terkelupas sekitar 20 meter,” kata Kristianto.
Ia menyebutkan, sejak Minggu (11/1) malam hingga Senin (12/1) dini hari. Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama unsur terkait terus bekerja melakukan asesmen sekaligus menguras air yang menggenangi sekolah.
“Tadi malam teman-teman juga menguras air banjir yang menggenangi ruang kelas salah satu madrasah ibtidaiyah. Karena ketinggian air sekitar 30 cm,” tutur Kristianto.




