Liputanjatim.com – Anggota Komisi A DPR RI, Abdul Halim Iskandar (Gus Halim), menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Kamis (6/11/2025).
Sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali nilai-nilai dasar bangsa. Di tengah derasnya arus globalisasi dan perbedaan sosial yang semakin kompleks.
Dalam sambutannya, Gus Halim menegaskan bahwa Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) merupakan fondasi utama yang menjaga keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Empat Pilar ini adalah tonggak yang mempersatukan kita. Tanpa pemahaman dan pengamalan nilai-nilai ini, bangsa Indonesia akan mudah goyah oleh perbedaan,” ujar Gus Halim.
Ia menambahkan, keberagaman Indonesia adalah kekuatan besar yang harus terjaga dengan semangat toleransi, gotong royong, dan saling menghormati.
Melalui sosialisasi ini, Gus Halim berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga persatuan dalam bingkai kebhinekaan.
Sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) pada 2019-2024, Gus Halim menekankan pentingnya sosialisasi Empat Pilar hingga ke tingkat paling bawah.
Menurutnya, desa adalah akar kekuatan bangsa, tempat nilai-nilai persaudaraan dan gotong royong tumbuh dengan alami.
“Kalau nilai-nilai kebangsaan sudah kuat di desa, maka Indonesia akan kokoh. Karena desa adalah cerminan kecil dari wajah Indonesia yang sebenarnya,” jelasnya.
Baca juga: Gus Halim Tekankan Pentingnya Kepedulian Sosial dan Pendidikan Saat Kundapil di Jombang
Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya menyentuh aspek pemahaman teori, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Seperti menjaga kerukunan antarwarga, menghormati perbedaan keyakinan, serta aktif dalam kegiatan sosial yang memperkuat kebersamaan.
Gus Halim mengingatkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan alasan untuk saling melengkapi. Di tengah tantangan era digital dan dinamika politik, Empat Pilar menjadi pedoman agar bangsa tidak kehilangan arah.
“Kita boleh berbeda suku, agama, maupun pandangan, tetapi nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika harus selalu menjadi perekat kita sebagai bangsa,” tegasnya.
Dengan semangat tersebut, Gus Halim berharap kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI terus digelorakan di berbagai daerah. Agar nilai-nilai kebangsaan semakin mengakar di hati masyarakat.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar oleh Gus Halim bukan sekadar kegiatan seremonial. Melainkan ajakan nyata untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Melalui penguatan nilai Pancasila, penghormatan terhadap konstitusi, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika, Indonesia diharapkan tetap menjadi bangsa yang kuat, adil, dan berdaulat.
