Liputanjatim.com – Fraksi Partai NasDem DPRD Jawa Timur menyebut capaian pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) tak lepas dari peran pemerintah kabupaten/kota. Usai Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan capaian pembangunan Jatim.
Sekretaris Fraksi NasDem DPRD Jatim, Deni Prasetya menyebut pertumbuhan ekonomi dan keberhasilan berbagai program sebagai hasil kerja kolektif antara provinsi dan daerah.
“Capaian ini tentu bukan hanya milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur saja. Memang nahkodanya ada di Pemprov Jatim, tapi ada keterkaitan kuat dengan 38 kabupaten/kota yang menjadi penopang pembangunan,” ujar Deni, Selasa (14/10/2025).
Menurutnya, keberhasilan pembangunan juga didukung pemerintah di tingkat bawah, mulai dari desa, kelurahan, hingga kecamatan.
Terlebih, adanya program prioritas nasional seperti “Satu Desa Satu Koperasi Merah Putih” dan “Makan Bergizi Gratis (MBG)” dinilai mampu memperkuat ekonomi masyarakat desa.
“Dengan program Koperasi Merah Putih dan MBG, ekonomi masyarakat di akar rumput bisa tumbuh. Setiap desa punya potensi besar, baik sumber daya alam maupun SDM,” jelas legislator asal dapil Jember–Lumajang itu.
Ia menilai, program MBG akan berdampak luas karena bersinggungan dengan banyak sektor, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, hingga UMKM. “Koperasi Merah Putih tidak hanya bergerak di satu sektor, tetapi bisa menyentuh semuanya,” tambahnya.
Baca juga: Fraksi Demokrat–NasDem DPRD Sidoarjo Dorong Pemerintah Hadir Fasilitasi Pesantren
Deni optimistis pembangunan ekonomi desa akan semakin kuat berkat sinergi antara Pemprov Jatim dan pemerintah pusat.
“Program dari pusat ini akan mempercepat pembangunan di desa. Ini patut kita syukuri,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa capaian pembangunan Jatim menunjukkan tren positif.
Pada triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi Jatim mencapai 5,23 persen (yoy), melampaui rata-rata nasional sebesar 5,12 persen, sekaligus menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa.
Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi senilai Rp147,3 triliun pada 2024, tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Di sisi lain, tingkat kemiskinan Jatim turun menjadi 9,5 persen, dengan kemiskinan ekstrem menurun hingga 0,66 persen.
Khofifah menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan seluruh lapisan masyarakat.
“Capaian ini membuktikan bahwa pembangunan di Jawa Timur semakin inklusif,” ujarnya.
Sebagai provinsi dengan 4.716 desa mandiri terbanyak di Indonesia, Jawa Timur terus memperkuat ekonomi kerakyatan. Hal itu tidak lepas dari Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah terbentuk di 8.494 titik.
Selain itu, Jawa Timur juga menegaskan diri sebagai Lumbung Pangan Nasional. Produksi padi lebih dari 12 juta ton GKP pada Januari–November 2025, tertinggi di Indonesia.
“Beras dari petani Jawa Timur menjadi sumber pangan bagi 21 provinsi di Indonesia. Kami siap mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis dengan rantai pasok pangan yang kuat dan ekonomi rakyat yang hidup,” tegas Khofifah.
