Liputanjatim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan penghargaan khusus kepada 37 warganya yang dinilai berani menjaga keamanan lingkungan ketika terjadi demo ricuh pada akhir Agustus lalu.
Mereka yang menerima penghargaan berasal dari empat kecamatan, yakni 20 orang dari Kecamatan Wonokromo, 7 orang dari Kecamatan Genteng, 5 orang dari Kecamatan Buburan, serta 5 orang dari Kecamatan Pabean Cantikan.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan apresiasi atas keberanian warga yang ikut menjaga keamanan kota bersama aparat. Menurutnya, Surabaya adalah rumah bersama, sehingga tidak boleh ada yang berusaha merusak atau memecah belah Kota Pahlawan.
“Kemarin ketika terjadi hal yang tidak kita inginkan, ternyata semua insan manusia yang ada di Kota Surabaya ini membuktikan di mana bumi dipijak, maka disitu langit yang dijunjung. Di mana pun kita dilahirkan, kalau hari ini kaki kita menginjak di Surabaya, maka Surabaya adalah rumah kita,” kata Eri, Kamis (18/9/2025).
Eri menegaskan, pemberian penghargaan ini ditujukan bagi warga yang membantu aparat dalam mengamankan wilayah masing-masing. Misalnya, warga Wonokromo yang turut menjaga markas polisi saat aksi ricuh berlangsung.
Lebih jauh, ia berharap momentum ini bisa menjadi awal terbentuknya Kampung Pancasila di Surabaya. Program ini nantinya akan didukung melalui alokasi anggaran langsung ke tingkat RW untuk memperkuat peran masyarakat.
“Contoh, ada kampung yang kita memberikan permakanan untuk lansia yang tinggal sendiri. Stunting juga permakanan stunting, maka kita berikan kepada RW-nya,” jelas Eri.
Tidak hanya itu, Pemkot juga menyiapkan ruang gratis selama enam bulan bagi anak-anak muda untuk berkegiatan di bidang kreativitas dan ekonomi kreatif, yang akan dimulai pada bulan Oktober mendatang.
“Jadi nanti di situ ada tempat-tempat pergerakan kreatif, ekonomi kreatif yang ada di Surabaya. Kita akan berikan selama 6 bulan kita gratiskan,” tambahnya.
Eri menutup dengan harapan agar penghargaan ini mampu memantik semangat seluruh warga untuk terus menjaga Surabaya.
“Dengan perjuangan beliau-beliau ini, kita semakin sadar dan dibukakan hatinya karena tidak ada yang lebih baik, selain bersama untuk menjaga sesama,” pungkasnya.
