Liputanjatim.com – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erjik Bintoro, mengatakan bahwa Jatim sebagai salah satu provinsi agraris terbesar di Indonesia tidak boleh mengalami paradoks pangan, terlebih menjelang Ramadhan 2026.
Ia mengingatkan agar melimpahnya produksi pangan tidak justru berujung pada penderitaan masyarakat akibat permainan harga oleh spekulan. Ia mendorong agar Pemprov Jatim ada langkah antisipasi mengatasi hal ini.
“Jangan sampai rakyat ‘mati lumbung’ di tengah melimpahnya produksi pangan kita. Menjelang Ramadhan 2026, stok pangan bukan sekadar deretan angka di atas kertas laporan, tapi harus nyata ada di pasar dengan harga yang terjangkau,” tegas Erjik.
Politisi PKB itu menyampaikan tiga poin desakan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar stabilitas harga dan ketersediaan pangan benar-benar dirasakan masyarakat di lapangan.
Pertama, hentikan pendekatan seremonial dan mulai eksekusi nyata. Menurut Erjik, program pasar murah harus benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat, bukan sekadar kegiatan simbolik.
“Pasar murah jangan hanya jadi ajang foto pejabat. Saya minta Satgas Pangan bergerak hari ini juga ke gudang-gudang besar. Jika ada stok yang sengaja ditahan saat rakyat butuh, tindak tegas! Jangan beri ruang bagi spekulan bermain di atas penderitaan rakyat menjelang bulan suci,” ujarnya.
Kedua, audit distribusi pangan lintas daerah. Ia menilai tingginya harga di sejumlah wilayah bukan semata karena stok, melainkan persoalan distribusi yang belum efisien.
“Ekonomi global tidak stabil, tapi Jawa Timur punya modal kuat. Ironis jika kita surplus beras tapi harga di pasar melonjak karena rantai distribusi yang berbelit. Saya mendesak adanya subsidi ongkos angkut dari APBD untuk memotong disparitas harga antar wilayah di Jatim,” kata dia.
Ketiga, sebagai anggota Komisi B DPRD saya akan mengusulkan melakukan pengawasan ketat. Erjik menegaskan DPRD tidak akan berdiam diri jika daya beli masyarakat tertekan.
Lebih lanjut, Erjik juga menyampaikan arahan strategis bagi seluruh pemangku kepentingan agar stabilitas pangan dapat terjaga hingga Lebaran.
Untuk pemerintah, ia meminta agar stok Bulog segera dibuka dan pasokan komoditas protein seperti daging dan telur benar-benar dijaga ketersediaannya. Sementara kepada masyarakat, ia mengimbau agar tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Untuk masyarakat, jangan panic buying. Kami sedang mengawasi agar pasokan tetap lancar dan harga kembali normal,” tuturnya.
Erjik menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya keseriusan semua pihak agar Jawa Timur tidak mengalami kondisi yang ia sebut sebagai “mati di lumbung sendiri”, sebuah ironi besar bagi daerah yang dikenal sebagai lumbung pangan nasional.

Alhamdulillah bisa mewujudkan swasembada pangan, cabai juga komoditas strategis