Liputanjatim.com – Nama Rama kini semakin diperhitungkan setelah menorehkan sederet prestasi di panggung internasional. Bukan sekadar unggul di satu bidang, ia mampu menunjukkan kecemerlangan baik dalam sains maupun seni, membuktikan bahwa bakat dan kerja keras bisa berjalan beriringan.
Sebagai putra pertama pasangan Dhaniar Aji dan Nuariska Citra, Rama tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan minat dan potensinya. Sejak usia dini, ia dikenal disiplin, fokus, dan pantang menyerah dalam mengejar mimpinya hingga akhirnya mampu bersaing dengan peserta dari berbagai negara.
Raih World Star Champion di Olimpiade Matematika Dunia
Pencapaian gemilang Rama terjadi dalam ajang Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO) 2025 di Chiang Mai, Thailand, pada 21-23 Februari 2025. Dalam kompetisi bergengsi tersebut, ia tampil menonjol dan berhasil menyabet gelar World Star Champion, predikat tertinggi yang hanya diberikan kepada peserta dengan performa terbaik. Mengutip akun Instagram @humaskabbojonegoro, Rama memperoleh nilai sempurna dan menguasai seluruh kategori soal tanpa cela.
Sang ayah mengungkapkan kebanggaannya dengan nada penuh haru, “Alhamdulillah, saya juga nggak nyangka dia dapat skor sempurna,” sementara ibunya menambahkan bahwa Rama mampu menyelesaikan setiap tantangan dengan hasil maksimal. Atas prestasi ini, Rama membawa pulang medali emas dan delapan piala untuk Indonesia, sekaligus mengalahkan ratusan peserta dari berbagai negara berkat ketelitian, logika tajam, dan ketekunannya dalam berlatih.
Rama Juga Berprestasi di Piano Internasional
Di luar dunia angka, Rama ternyata juga memiliki talenta musik yang luar biasa. Ia berhasil meraih 2nd Silver Trophy pada ajang Piano Golden Lion Singapore 2026, menunjukkan bahwa kemampuan artistiknya tak kalah mumpuni dibanding prestasi akademiknya. CEO Federation of International Music Organizer (FIMO) Andy Ujang menilai Rama sebagai sosok talenta muda yang langka karena mampu berprestasi di dua bidang berbeda sekaligus. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia memiliki daya saing tinggi di kancah global.
Dapat Apresiasi dari Tokoh Internasional dan KBRI
Keberhasilan Rama juga mendapat perhatian resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura. Deputy Chief of Mission KBRI Singapura, Thomas, mengundang delegasi Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas capaian luar biasa tersebut. Langkah ini menegaskan bahwa prestasi Rama bukan hanya membanggakan keluarganya, tetapi juga mengharumkan nama bangsa di mata dunia.
Koleksi Prestasi Internasional Sejak Usia Dini
Jauh sebelum menjadi World Star Champion di TIMO 2025, Rama telah lebih dulu mengoleksi berbagai medali emas dari kompetisi matematika internasional seperti PIMSO, AMO, HKIMO, dan GMEC. Rangkaian pencapaian ini menunjukkan konsistensi dan kualitasnya sebagai siswa berprestasi kelas dunia.
Dengan rekam jejak yang impresif di usia muda, Rama tidak hanya menjadi inspirasi bagi pelajar lain, tetapi juga simbol bahwa anak Indonesia mampu bersinar dan berprestasi di panggung internasional.
