IKLAN
Daerah

Kawasan Ring Satu Migas, DPRD Bojonegoro Dorong Pelebaran Jalan Sumengko–Bandungrejo

Oleh Pamela 07 Mei 2026, 06:53 WIB 2 menit baca 2 dibaca
Add on Google 💬

Liputanjatim.com – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Bojonegoro mendorong pemerintah kabupaten memprioritaskan pelebaran jalan poros utama kecamatan (PUK) ruas Sumengko–Bandungrejo.

Mereka menilai wilayah tersebut menjadi penyumbang besar APBD dari dana bagi hasil migas serta menopang sekitar 30 persen kebutuhan energi nasional.

Ketua Fraksi PKB DPRD Bojonegoro, M Suparno, menegaskan pelebaran jalan Sumengko–Bandungrejo harus menjadi prioritas pembangunan.

Sebab, menurutnya ruas tersebut berada di kawasan ring satu Banyu Urip dan Jambaran-Tiung Biru yang menjadi penyokong APBD dari DBH migas.

IKLAN

“Jadi sudah seharusnya ini prioritaskan. Pendapatan APBD Bojonegoro sekarang ini terbesar dari sini,” tegas Suparno, Rabu (6/5/2026).

Menurut Suparno, pelebaran jalan Sumengko–Bandungrejo telah lama menjadi harapan warga Desa Gayam.

Ia menyebut kondisi jalan yang hanya selebar 5 meter saat ini kerap mengganggu kelancaran lalu lintas karena padat dilalui kendaraan proyek migas.

“Dari aspirasi yang di sampaikan kepala desa dan warga, mereka menginginkan agar jalan itu di perlebar. Ini menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera direalisasikan,” tegasnya.

Baca juga: DPRD Jatim Soroti Dugaan Penjualan Bantuan Program Gayatri di Bojonegoro

Suparno menilai, pemanfaatan sumber daya alam yang selama ini dilakukan harus sebanding dengan pembangunan infrastuktur. Dengan demikian, akan menjadi adil bagi masyarakat sekitar.

“Jangan sampai masyarakat Gayam terzolimi. Sumber daya alamnya di keruk, tapi pembangunan infrastruk terabaikan,” lanjutnya.

Sebagai anggota DPD Bojonegoro dari daerah pemilihan VI, Suparno mengaku telah menyampaikan aspirasi tersebut kepada Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono.

Ia juga menyampaikan hal yang sama kepada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang dalam forum hearing.

“Saat rapat kerja kemarin juga sudah kami sampaikan, tapi katanya, pelebaran jalan Sumengko-Bandungrejo, belum menjadi prioritas. Mestinya kan nggak gitu, pemkab harus melihat bahwa Gayam ini penopang APBD Bojonegoro dan kebutuhan energi nasional. Jadi harus di prioritaskan,” tuturnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Katur, Sukono, mengatakan jalan poros utama kecamatan (PUK) Sumengko–Bandungrejo yang melintasi sejumlah desa di Kecamatan Gayam saat ini memiliki lebar sekitar 5 meter.

Jalur tersebut menjadi akses utama kendaraan proyek menuju Lapangan Minyak Banyu Urip di Blok Cepu serta Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB).

“Kalau lebar lima meter sekarang ini ya belum ideal. Bisa di lihat sendiri kalau berpasasan dengan kendaran proyek, salah satu harus ada yang ngalah berhenti dulu,” jelas Sukono.

Sukono menyebut lebar ideal jalan Sumengko–Bandungrejo mencapai 8 meter.

Oleh karena itu, perlu ada penambahan sekitar 3 meter agar mobilitas kendaraan lebih lancar dan kegiatan ekonomi masyarakat dapat meningkat.

“Bukan hanya warga, tapi juga perusahaan migas dan kontraktor proyek di sini,” pungkasnya.

Penulis

Pamela

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar