Ads

Nurhuda Candra Angkat Aspirasi Warga Soal Minimnya Pembangunan Jalan

Liputanjatim.com – Kegiatan reses DPRD Jember kembali menjadi wadah penyampaian aspirasi masyarakat. Kali ini, warga wilayah pinggiran Kecamatan Bangsalsari bagian utara mengeluhkan minimnya pembangunan infrastruktur jalan yang dinilai sudah belasan tahun tidak kunjung tuntas.

Anggota DPRD Jember dari Fraksi PKB, Nurhuda Candra Hidayat, menyampaikan bahwa banyak konstituennya mengadukan kondisi jalan yang rusak parah hingga menghambat mobilitas masyarakat.

“Kondisi jalan di wilayah utara, utamanya yang berada di Desa Tugusari, Desa Curah Kalong dan Desa Badean rusak parah dan butuh segera sentuhan pemerintah untuk dilakukan perbaikan karena sangat mengganggu laju pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan SDM masyarakat,” ungkap Nurhuda usai melaksanakan reses bersama warga di Lembaga Pendidikan SD Ar-Rosyid Dusun Sumber Canting, Desa Tugusari, Bangsalsari, Kamis (28/8/2025).

Sekretaris Fraksi PKB tersebut menuturkan, kerusakan jalan sudah terjadi sejak lama. Dari era kepemimpinan Bupati Djalal hingga Bupati Hendy, pembangunan jalan di tiga desa tersebut tidak pernah rampung. Menurutnya, pembangunan hanya dilakukan sepanjang 100 hingga 500 meter per periode jabatan bupati, sementara panjang ruas jalan mencapai belasan kilometer.

“Sehingga pembangunan jalan belum tersambung sudah rusak kembali. Karena itu, warga dan saya secara pribadi maupun kepartaian sangat berharap di kepemimpinan Bupati Gus Fawaid bisa menuntaskan masalah infrastruktur jalan tersebut,” tegasnya.

Lebih jauh, Nurhuda mengingatkan bahwa masyarakat pinggiran utara atau wilayah sekitar hutan memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Kabupaten Jember. Saat ini, sejak Juli hingga September, wilayah tersebut tengah memasuki musim panen kopi dengan produksi mencapai kurang lebih 2.000 ton.

“2.000 ton kopi dengan harga Rp60.000 saja sudah 120 M. Terjadi perputaran uang di tiga desa dalam 3 bulan itu, dari sektor produksi kopi saja,” tambahnya.

Ia menekankan, tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, potensi ekonomi besar dari sektor kopi dan sektor lainnya akan terhambat. “Artinya jika tidak ada daya dukung infrastruktur, maka akan menghambat proses pertumbuhan ekonomi Jember dari wilayah pinggiran,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Ikuti Kami

10,750FansSuka
26,000PengikutMengikuti
1,079PengikutMengikuti
1,825PengikutMengikuti
16,700PelangganBerlangganan

Artikel Terbaru