Liputanjatim.com – Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Malang dan Kota Malang tidak beroperasi. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum cair.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris I Satuan Tugas Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Malang, mengonfirmasi beberapa SPPG belum di daerahnya dapat beroperasi.
“Tapi beberapa SPPG sudah mulai buka kembali. Sisanya, tidak lebih dari 10 SPPG, memang belum buka,” ungkapnya melalui pesan singkat, Selasa (18/11/2025).
Mahila menjelaskan bahwa kendala utama adalah keterlambatan pencairan anggaran dari BGN.
“Namun apa kendalanya kok belum cair, saya tidak tahu pasti. Sebab koordinasinya langsung antara SPPG dan BGN. Tidak melalui kami,” bebernya.
Baca juga: Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang di Jalan Kalipare Malang
Sebelumnya, lebih dari 10 SPPG di Kabupaten Malang berhenti beroperasi dan tidak lagi melayani Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sementara waktu.
“Jadi SPPG itu kan mengajukan proposal ke BGN setiap dua pekan. Jadi kemungkinan anggaran yang belum cair untuk periode dua pekan tersebut,” jelas Mahila dalam sambungan telepon, Jumat (14/11/2025).
Di sisi lain, dua SPPG di Kota Malang juga berhenti beroperasi sementara.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, mengungkapkan bahwa kedua SPPG yang berhenti beroperasi adalah LP Ma’arif NU di Kecamatan Klojen dan SPPG Lanal di Kecamatan Sukun.
“Benar, memang ada dua SPPG yang berhenti beroperasi sudah sejak 1 bulan yang lalu,” terangnya melalui sambungan telepon, Selasa (18/11/2025).
Slamet menambahkan bahwa, penyebab penghentian operasional kedua SPPG ini bukan masalah anggaran, melainkan akibat proses pergantian yayasan dan pembenahan infrastruktur.
“Tapi kami belum tahu pasti kapan akan buka lagi, kami masih akan koordinasikan lebih lanjut,” katanya.
Sebagai informasi, Kota Malang saat ini memiliki 32 SPPG yang tersebar di 5 kecamatan. Dari jumlah tersebut, 16 SPPG telah beroperasi, 14 SPPG akan segera beroperasi dan 2 SPPG sedang berhenti sementara waktu.
