Depresi Menderita Stroke, Seorang Kakek di Blitar Minum Racun Serangga

Ilustrasi Bunuh Diri Dengan Racun Serangga

Liputanjatim.com – Seorang kakek berinisial SO (56) warga Kecamatan Gandusari mengakhiri hidupnya dengan meminum racun serangga. Diduga korban depresi karena menderita stroke dan tak kunjung sembuh.

Anak perempuan korban menyimpan racun serangga tersebut di dinding belakang rumah agar tidak dijangkau oleh siapapun. Tetapi korban mengambil racun tersebut menggunakan sapu.

“Melihat korban mulutnya berbusa, si anak teriak minta tolong. Kemudian korban dibawa ke puskesmas Slumbung,” kata Paur Humas Polres Blitar Bripka Didik Dwi, Kamis (6/2/2020).

Sesampai di puskesmas, ternyata pihak puskesmas tidak berkenan mengobati karena korban juga menderita stroke. Kemudian korban dibawa ke RS Ngudi Waluyo Wlingi untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Dari keterangan keluarga, korban sudah pernah melakukan percobaan bunuh diri tiga kali tetapi selalu gagal karena kelurga bertindak cepat menyelamatkannya,” tambah Bripka Didik.

Ternyata upaya penyelamatan korban kali ini gagal. Setelah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit, nyawanya tidak tertolong. Pihak keluarga harus rela melepas kepergiang sang kakek.

Kakek SO (56) adalah korban ketiga bunuh diri menggunakan racun serangga di Blitar. Sebelumnya Seorang siswa SD minum racun serangga karena depresi tidak naik kelas dua kali dan seorang kakek petani (56) tahun tak sengaja meminum racun serangga karena tak sadar gelas yang diminumnya berisi racun serangga.

“Kami menghimbau kepada masyarakat Blitar, lebih berhati-hati menaruh barang berbahaya dan jangan samapai disalah gunakan,” pungkas Didik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here