Ads

Ketua DPRD Jatim: Pemerintah Perlu Dampingi Pembangunan Infrastruktur Pesantren

Liputanjatim.com — Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, M. Musyafak Rouf, menyampaikan dukungan penuh agar pemerintah hadir memberikan pendampingan terhadap pembangunan infrastruktur di pondok pesantren. Pernyataan ini disampaikan menyusul musibah ambruknya musala di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, yang menelan puluhan korban jiwa dan luka berat.

Menurut Musyafak, peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting tentang perlunya perencanaan matang dan standar teknis yang memadai dalam setiap pembangunan gedung bertingkat, terutama di lingkungan pesantren.

“Musibah ini memberikan pelajaran mahal bagi kita semua. Masih banyak pondok pesantren yang membangun dengan cara konvensional dan sederhana, baik dari sisi manajemen maupun perencanaan teknis bangunan,” ujarnya.

Meski demikian, Musyafak mengapresiasi semangat para pengasuh pesantren dalam membangun sarana pendidikan secara mandiri. “Ikhtiar pondok-pondok itu luar biasa,” ujarnya.

Musyafak menilai, pemerintah perlu memberikan pendampingan teknis dan perencanaan pembangunan agar setiap proyek di lingkungan pesantren memenuhi standar keselamatan dan kelayakan struktur.

“Ke depan tentu harus ada pendampingan terkait perencanaan pembangunan pesantren. Karena di situ harus ada konsultan yang membuat gambar dengan perhitungan kekuatan dan rancang bangun yang benar. Antara fondasi dan beban di atasnya itu ada rumus sendiri yang hanya dipahami oleh orang teknik,” jelasnya.

Ia menegaskan, pendampingan tersebut sangat penting mengingat Jawa Timur memiliki ribuan pondok pesantren yang tersebar di hampir seluruh kabupaten dan kota.

“Pendampingan pembangunan pondok, baik di Sidoarjo maupun di luar Sidoarjo, itu penting. Potensi pesantren di Jawa Timur sangat besar mulai Jombang, Kediri, Pasuruan, Sidoarjo, Lamongan, hingga Madura,” tutur politisi PKB tersebut.

Musyafak juga mengimbau agar semua pihak tidak saling menyalahkan atas musibah yang terjadi, melainkan bersatu membantu para korban dan keluarga yang terdampak.

“Saya minta semua pihak tidak saling menyalahkan. Mari kita memberikan masukan, solusi, dan bantuan. Karena ini musibah besar yang menimpa masyarakat dan para santri. Apalagi masih banyak anak-anak korban yang dirawat di rumah sakit dan membutuhkan perhatian,” ujarnya.

Lebih lanjut, Musyafak menuturkan bahwa sebagian pesantren sebenarnya sudah memiliki perencanaan pembangunan yang baik, namun terkendala biaya untuk menggunakan jasa konsultan profesional.

“Tidak semua pondok tanpa perencanaan. Beberapa sudah ada perencanaan, hanya saja membayar konsultan memang mahal,” tuturnya.

Musyafak menegaskan pentingnya peran pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan seluruh pembangunan infrastruktur pesantren memenuhi standar keamanan dan keselamatan.

“Harapan saya, pemerintah hadir dalam pembangunan pesantren. Kehadiran itu penting untuk menjamin keselamatan santri. Karena diduga ambruknya musala di Al-Khoziny akibat kegagalan struktur bangunan. Maka, peran pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk memastikan pembangunan pesantren sesuai standar teknis,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Ikuti Kami

10,750FansSuka
26,000PengikutMengikuti
1,079PengikutMengikuti
1,825PengikutMengikuti
16,700PelangganBerlangganan

Artikel Terbaru