Puncak Peringatan Hari Jadi Pamekasan, Baddrut Tamam Perankan Raja Ronggosukowati

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat acara penobatan Panembahan Roggosukowati sebagai raja Pamekasan (Foto : pamekasan hebat)

 

Pamekasan, Liputanjatim.com ­– Puncak peringatan hari jadi Kabupaten Pamekasan ke-488 yang digelar oleh dinas Pariwisata dan Kebudayaan diakhiri dengan pagelaran drama kolosal penobatan Panembahan Ronggosukowati sebagai raja Pamekasan.

Acara yang digelar di pendopo Ronggosukowati senin malam (2/11/18) itu manarik banyak masyarakat untuk turut serta menyaksikan acara penobatan raja pembangun kota Pamekasan itu.

Drama kolosal yang ditampilkan dibungkus dalam nuansa keraton pamekasan pada zaman dulu. Panembahan Ronggosukowati diperankan oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. Diawal drama, Baddrut Tamam nampak terlihat menaiki kereta kuda yang dikawal oleh beberapa perajurit menuju Pendopo sebagai tempat penobatan.

Prosesi penobatan disambut dengan tari senom, tari khas Kabupaten Pamekasan. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan pataka dari Ulama Pamekasan kepada Baddrut tamam sebagai tanda kelanjutan estafet pemerintahan Pamekasan.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Ra Baddrut itu menyampaikan rasa sukur atas suksesnya rangkaian acara peringatan hari jadi Pamekasan yang ke-488.

Ia berharap, dengan rangkaian peringatan hari jadi Pamekasan yang telah digelar, dapat menjadi motivasi tersindiri agar pamekasan menjadi kabupaten yang Rajjha (Besar), Bhajra (Beruntung) dan Parjugha (Pantas).

“Menjadi kabupaten yang sejahtera adalah tujuan utama berdirinya pamekasan,” paparnya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa tersebut juga mengajak masyarakat untuk terus menerus mewarisi nilai luhur yang menjadi pesan Raja Ronggosukowati. Menurutnya Raja Ronggosukowati merupakan raja yang religius, sehingga hal tersebut harus menjadi cerminan bagi seluruh warga Pamekasan.

“Harapan Raja Ronggosukowati yang bertujuan menciptakan masyarakat yang sejahtera harus kita wujudkan bersama,” ucapnya.

Diakhir sambutan, Baddrut Tamam mengajak kepada seluruh masyarakat Pamekasan untuk selalu saling gotong royong untuk membangun Kabupaten Pamekasan menjadi lebih baik.

“Mari kita bersama sama mewujudkan Pamekasan yang Mekkas Jatna Paksa jenneng dhibi’ sebagai warisan dari Ronggosukowati,” tuturnya. [hy]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here