Liputanjatim.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Situbondo mulai melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 sejak awal Mei. Pendataan tersebut dilakukan guna memperoleh gambaran terbaru mengenai kondisi dan perkembangan usaha di berbagai sektor ekonomi masyarakat.
Kepala BPS Situbondo, Ribut Hadi Chandra, menyampaikan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026.
Untuk periode Mei-Juni, pendataan dilakukan secara daring dengan mengirim email kepada pengusaha besar sebagai bagian dari proses pengumpulan data.
“Kami sudah mengirim email kepada para pengusaha besar secara daring, agar mereka menyampaikan perkembangan usahanya,” ungkap Ribut, Rabu (6/5/2026).
Setelah tahapan pendataan usaha besar selesai, petugas BPS akan melanjutkan sensus terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk pemilik toko kelontong di sejumlah wilayah.
“Sensus ekonomi ini bertujuan untuk memotret kondisi ekonomi masyarakat setiap 10 tahun sekali. Selain pedagang, pertanian juga kami data,” ucapnya.
Pada sektor pertanian, BPS menggunakan integrasi data dari pelaksanaan Sensus Pertanian 2023 sebagai bagian dari proses penyusunan data ekonomi terbaru.
“Dalam Sensus Ekonomi ini, kami juga melaksanakan sensus sosial ekonomi dengan mendatangi rumah ke rumah atau ke masing-masing kepala keluarga,” bebernya.
Sensus Ekonomi ini turut melibatkan mahasiswa bersama mitra BPS dari unsur pemerintah kecamatan hingga desa.
Hasil data tersebut nantinya menjadi acuan pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan daerah.
“Data ini yang akan menjadi rumus kebijakan ekonomi. Karena memberikan gambaran akurat mengenai kondisi perekonomian masyarakat,” ungkapnya.
