Liputanjatim.com – Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bojonegoro–Tuban, Fauzan Fuadi, angkat bicara terkait temuan dugaan sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menjual bantuan dalam program Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Telur Mandiri) milik Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Fauzan menilai temuan tersebut menjadi sinyal perlunya penguatan pengawasan sekaligus edukasi kepada para penerima manfaat agar program berjalan sesuai tujuan.
“Yang paling utama adalah edukasi terhadap KPM. Mereka perlu terus didampingi agar memahami tujuan program ini, bukan sekadar menerima bantuan,” ujarnya.
Program Gayatri merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan seperti bantuan Kandang beserta ayamya. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan sejumlah kendala di lapangan yang memerlukan evaluasi serius.
Ketua DPC PKB Bojonegoro ini menegaskan bahwa penguatan edukasi bagi KPM menjadi langkah krusial agar program tersebut dapat mencapai hasil optimal.
Ia juga mengingatkan pentingnya verifikasi langsung di lapangan sebelum menarik kesimpulan yang terlalu luas. Menurutnya, kasus yang muncul tidak serta-merta mencerminkan kondisi keseluruhan penerima program.
“Harus dicek betul ke lapangan, apakah benar fenomena KPM menjual kandang dan ayam Gayatri itu banyak terjadi. Dari sekitar 5.400 KPM, kalau hanya ada satu atau dua temuan, itu masih dalam batas wajar. Bukan berarti dibenarkan, tapi juga tidak perlu dilebih-lebihkan,” tegasnya.
Fauzan menambahkan, perhatian utama seharusnya difokuskan pada evaluasi program dan penguatan pendampingan, bukan pada polemik yang berkepanjangan.
“Evaluasi dan edukasi jauh lebih mendesak daripada ramai perdebatan. Spirit inti dari program Gayatri ini sangat bagus untuk mendukung ketahanan pangan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, ia menekankan peran strategis Bojonegoro sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan nasional di Jawa Timur. Menurutnya, capaian tersebut harus terus dijaga dan diperkuat.
“Bojonegoro selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan nasional dari Jawa Timur. Itu tentu membanggakan. Banyak hasil tani dan ternak yang beredar di pasar merupakan karya petani dan peternak dari Bojonegoro. Gayatri ini upaya memberi ‘kail’ bukan ikan, itu dulu yang harus disadari,” pungkasnya.
