Ads

DBD di Kota Malang Tembus 1.954 Kasus dalam Tiga Tahun Terakhir

Liputanjatim.com – Dinas Kesehatan Kota Malang mencatat lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak 2023-2025 masih tergolong tinggi, yakni mencapai 1.954 kasus, serta angka kematian yang terus muncul setiap tahun.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menyebutkan pada tahun 2023 terdapat 462 kasus DBD dengan empat kematian.

Jumlah kasus meningkat pada 2024 menjadi 777 kasus dengan empat orang meninggal dunia. Sementara pada 2025, kasus DBD tercatat 715 dengan lima kematian.

“Setiap tahun DBD masih ada dan jumlahnya cukup besar. Artinya, DBD masih menjadi ancaman kesehatan di Kota Malang,” ujar Husnul, Senin (26/1/2026).

Selama tiga tahun terakhir, Kecamatan Sukun menjadi wilayah dengan kasus tertinggi. Pada 2024 dan 2025, jumlah kasus di kecamatan tersebut masing-masing mencapai 192 kasus.

Menurut Husnul, DBD sebenarnya dapat berkurang apabila tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti hilang.

Ia menegaskan bahwa Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M dan 3M Plus merupakan cara paling efektif untuk menekan penyebaran DBD.

Baca juga: Pascagempa Malang, KAI Daop 8 Surabaya Hentikan Sementara Perjalanan Kereta Api

“Kalau perindukan nyamuknya hilang, maka perkembangan nyamuk dari telur sampai dewasa bisa di tekan. Kalau itu di tekan, rantai penularan DBD juga ikut turun,” ungkapnya.

Dinkes Kota Malang mendorong seluruh instansi pemerintah maupun swasta untuk kembali menggalakkan PSN, salah satunya melalui kegiatan rutin seperti Jumat Bersih.

Selain itu, masyarakat di imbau memulai dari lingkungan keluarga dengan meminimalkan tempat-tempat genangan air bersih di rumah.

Husnul mengungkapkan, Angka Bebas Jentik (ABJ) Kota Malang saat ini masih berada di angka 92 persen, belum mencapai target ideal 95 persen. Selisih 3 persen tersebut menjadi salah satu penyebab kasus DBD masih terus ditemukan.

Ia juga mengingatkan bahwa anomali cuaca turut berpengaruh terhadap peningkatan kasus DBD, terutama saat musim hujan yang memicu banyak genangan air bersih, seperti di tempat penampungan air, pot bunga, hingga wadah minum hewan.

“Maret dan April biasanya menjadi puncak kasus. Karena itu, sejak sekarang kami minta 16 puskesmas dan 33 pustu untuk lebih aktif memberikan edukasi kepada masyarakat,” katanya.

Pihaknya menargetkan penurunan kasus DBD pada 2026 melalui penguatan peran fasilitas kesehatan dan keterlibatan aktif masyarakat dalam PSN.

Husnul menegaskan, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan DBD di Kota Malang.

“Pasti harus kita tekan di tahun 2026 ini dan jangan sampai kasus melonjak,” ucapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Ikuti Kami

10,750FansSuka
26,000PengikutMengikuti
1,079PengikutMengikuti
1,825PengikutMengikuti
16,600PelangganBerlangganan

Artikel Terbaru