Liputanjatim.com — Rencana pemerintah pusat untuk menghidupkan kembali jalur kereta api Kalisat–Bondowoso–Panarukan mendapat dukungan dari anggota DPRD Jawa Timur, Yoyok Mulyadi.
Politikus PKB asal Situbondo itu menilai reaktivasi jalur yang sudah mati sejak 2004 ini bisa menggairahkan kembali ekonomi dan pariwisata di kawasan tapal kuda.
“Kita sangat setuju sekali apabila jalur kereta api Panarukan–Bondowoso–Jember hidup kembali,” ujar Yoyok.
Pria yang pernah menjabat Wakil Bupati Situbondo periode 2016–2020 mengatakan, jalur tersebut dulunya menjadi nadi ekonomi masyarakat Bondowoso dan Situbondo ketika masih beroperasi di era PJKA. Jika rencana reaktivasi ini benar-benar terwujud, kata Yoyok, banyak peluang wisata dan investasi yang bisa terbuka.
“Rencana itu sudah sering saya dengar, hanya kepastiannya kapan kita tidak tahu persis. Tapi saya positif thinking, ya ini harus kita dorong untuk diwujudkan,” tambahnya.
Meski begitu, Yoyok menegaskan reaktivasi ini tidak akan mudah. Ia menyebut perlu terobosan besar untuk mengatasi persoalan teknis di lapangan, terutama terkait kondisi jalur yang kini sudah banyak beralih fungsi.
“Yang harus dipersiapkan adalah kondisi jalur sekarang karena banyak yang beralih fungsi jadi rumah. Tentu butuh terobosan untuk mempercepat realisasinya. Pemerintah kabupaten dan provinsi harus aktif koordinasi dengan pihak-pihak terkait karena menyangkut transportasi antar daerah,” tegasnya.
Di sisi lain, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menegaskan, langkah reaktivasi jalur kereta api tidak hanya akan mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi pengungkit bagi perekonomian daerah.
“Selain mempermudah mobilitas, reaktivasi ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Situbondo memiliki banyak destinasi wisata yang bisa semakin dikenal dengan akses kereta api,” ujarnya.
Yusuf Rio menjelaskan, pada masa lalu jalur kereta api di Situbondo terbagi menjadi dua, yakni jalur barang dan jalur penumpang. Namun saat ini jalur tersebut sudah tidak aktif, dan sebagian aset PT KAI beralih fungsi menjadi permukiman warga.
Ia menegaskan, Pemkab Situbondo akan mengedepankan pendekatan persuasif dalam penataan kembali aset tersebut agar masyarakat tetap mendapatkan manfaat.
“Kami ingin masyarakat juga mendapat manfaat. Jika ada relokasi, akan ada solusi proses sosialisasi dan mengajak bicara warga terlebih dahulu,” kata Yusuf Rio.
Pihaknya optimistis, target operasional reaktivasi jalur kereta api pada tahun 2030 dapat tercapai dengan dukungan dari pemerintah pusat, PT KAI, dan seluruh masyarakat Situbondo.
“Kami berharap dukungan semua pihak, termasuk masyarakat Situbondo, agar cita-cita besar ini terwujud,” jelasnya.
