Liputanjatim.com – Persebaya Surabaya masih belum mengumumkan siapa pelatih baru yang akan menangani tim untuk musim kompetisi 2025/2026. Setelah resmi berpisah dengan Paul Munster, manajemen klub memilih untuk tidak terburu-buru dalam menentukan sosok pengganti.
Direktur Operasional Persebaya, Candra Wahyudi, menegaskan bahwa saat ini pihak manajemen masih menjalani proses evaluasi menyeluruh terhadap seluruh elemen tim. Evaluasi ini tidak hanya terbatas pada posisi pelatih, melainkan juga mencakup pemain, ofisial, hingga staf kepelatihan lainnya.
“Bahwa ada beberapa hal yang harus kita benahi dan kita perbaiki untuk musim depan itu pasti kita lakukan. Tidak hanya pelatih, seperti yang saya katakan tadi, artinya semua bagian dari tim itu kan ada pelatih, pemain, official, dan mungkin coaching staff yang lain nanti kita semuanya melakukan evaluasi,” ujar Candra di Surabaya, Sabtu (31/5/2025).
Evaluasi tersebut, lanjut Candra, akan menjadi dasar dalam menentukan arah tim ke depan, termasuk dalam memilih pelatih yang diharapkan mampu membawa Persebaya tampil lebih baik pada musim berikutnya. Ia juga mengapresiasi pencapaian tim musim ini yang berhasil menempati posisi keempat klasemen Liga 1.
“Pertama kami alhamdulillah bersyukur musim ini pencapaian kami lebih bagus dari tahun lalu,” ujarnya.
Sementara itu, sejumlah nama pelatih asing mulai dikaitkan dengan kursi pelatih Persebaya. Selain Stefano Cugurra, muncul pula nama Eduardo Perez Moran yang disebut-sebut menjadi salah satu kandidat kuat pengganti Munster. Meski begitu, belum ada pernyataan resmi dari manajemen mengenai kebenaran rumor tersebut.
“Tentu ke depan Persebaya punya target yang lebih baik lagi dari musim ini. Mangkanya perlu ada hal yang akan kami perbaiki semuanya,” imbuh Candra.
Dengan jadwal kompetisi yang baru akan dimulai pada Agustus 2025, manajemen tampaknya memanfaatkan waktu yang ada untuk mempertimbangkan segala aspek secara matang sebelum memperkenalkan pelatih baru kepada publik.
