Ads

Pasar Tradisional di Sidoarjo Akan Dibangun Lebih Modern, dari Drainase hingga WiFi Gratis

Liputanjatim.com – Bupati Sidoarjo, Subandi menaruh perhatian serius terhadap kondisi pasar tradisional di Sidoarjo. Dalam pertemuan bersama koordinator dan pengelola pasar, pemkab membahas sejumlah persoalan mulai dari kios kosong, infrastruktur pasar, hingga persaingan dengan toko modern dan penjualan online.

Beberapa pengelola pasar menyampaikan kondisi yang terjadi di lapangan. Untuk Pasar Taman, Sukodono, dan Wonoayu, Pemkab Sidoarjo telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,3 miliar. Dana tersebut rencananya untuk pembangunan paving, los basah, serta perbaikan pagar pasar.

Khusus di Pasar Sukodono, paving bagian depan pasar akan ditinggikan guna mengantisipasi banjir saat musim hujan. Sementara di Pasar Krian, persoalan yang masih menjadi perhatian adalah tempat penampungan pascakebakaran serta saluran air yang sering tersumbat.

Laporan lain juga datang dari Pasar Porong yang saat ini sudah dilengkapi kanopi. Meski demikian, persoalan retribusi parkir, kerusakan jalan, dan drainase tersumbat masih menjadi keluhan.

Sementara itu, kondisi Pasar Wadungasri turut menjadi sorotan. Tingkat okupansi kios konveksi di lantai dua pasar tersebut hanya sekitar 10 persen akibat maraknya toko modern dan penjualan online.

Meski target retribusi pasar tahun 2024 tercapai, target tahun 2025 masih belum memenuhi harapan. Karena itu, Subandi meminta seluruh pihak melakukan langkah bersama untuk membangkitkan kembali pasar tradisional agar lebih kompetitif.

“Lakukan pemetaan untuk meningkatkan retribusi. Kami juga akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi pasar tradisional saat ini,” kata Subandi, Senin (11/5/2026).

Ia juga mendorong penerapan sistem retribusi non-tunai yang nantinya akan dikawal Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sidoarjo.

Baca Juga: Khofifah dan Kepala Badan Karantina Resmikan Karantina Terpadu Demi Perkuat Efisiensi Perdagangan

Selain itu, Pemkab Sidoarjo berencana menyiapkan dashboard pendataan pasar tradisional yang memuat jumlah kios dan lapak pedagang. Menurutnya, kepala pasar juga harus mampu menghadirkan inovasi agar pasar menjadi lebih nyaman bagi masyarakat.

“Kepala pasar harus bisa berinovasi agar kondisi pasar lebih baik sehingga pembeli dan penjual merasa nyaman,” tuturnya.

Subandi menilai pasar tradisional kini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk menghadapi persaingan dengan toko online.

“Bila perlu disediakan jaringan WiFi gratis agar transaksi jual beli bisa dilakukan secara online,” ungkapnya.

Pemkab Sidoarjo menegaskan akan segera melakukan pemetaan dan kajian terhadap kondisi sarana serta prasarana pasar yang dinilai masih belum memadai agar proses revitalisasi bisa segera dilakukan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Ikuti Kami

10,750FansSuka
26,000PengikutMengikuti
1,079PengikutMengikuti
1,825PengikutMengikuti
16,700PelangganBerlangganan

Artikel Terbaru