Liputanjatim.com – Keluhan nelayan di Kabupaten Pamekasan terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar mendapat perhatian dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Pamekasan.
Para nelayan mengaku kesulitan memperoleh solar untuk melaut dalam beberapa waktu terakhir, sehingga berdampak pada aktivitas dan pendapatan mereka.
Ketua Fraksi PKB DPRD Pamekasan, Faridi mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan pengawalan terkait dugaan adanya oknum yang melakukan penimbunan solar di wilayah Pamekasan.
“Kami menerima banyak keluhan dari para nelayan terkait kelangkaan solar. Saat ini kami sedang mengawal persoalan tersebut, termasuk dugaan adanya oknum-oknum yang menimbun solar,” ujar Faridi, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, kelangkaan solar sangat berdampak terhadap aktivitas nelayan kecil yang menggantungkan kebutuhan operasional melaut dari BBM subsidi tersebut.
Karena itu, pihaknya meminta persoalan ini segera ditindaklanjuti oleh aparat maupun instansi terkait.
“Jangan sampai nelayan kecil menjadi korban. Mereka sangat bergantung pada ketersediaan solar untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarganya,” katanya.
Faridi menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta pihak terkait lainnya. Hal itu guna memastikan distribusi solar berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.
“Kami ingin distribusi solar benar-benar di awasi. Jika memang ada praktik penimbunan atau permainan distribusi, tentu harus ditindak tegas,” tegasnya.
Ia juga meminta pemerintah memperhatikan kebutuhan BBM bagi nelayan agar aktivitas melaut tidak terganggu, terlebih di tengah kondisi ekonomi masyarakat pesisir yang masih belum stabil.
“Nelayan jangan di persulit untuk mendapatkan solar. Pemerintah harus hadir memastikan kebutuhan mereka terpenuhi agar roda ekonomi masyarakat pesisir tetap berjalan,” imbuhnya.
Faridi berharap persoalan kelangkaan solar tersebut segera mendapat solusi sehingga para nelayan di Pamekasan dapat kembali melaut secara normal tanpa terkendala pasokan BBM.
