Harga Cengkeh Terjun Bebas, Petani di Nganjuk Enggan Memanen

Petani Cengkeh Desa Duren, Kecamatan Sawahan, Nganjuk enggan memanen tanaman cengkeh. (foto:detik)

Liputanjatim.com – Cengkeh atau Cengkih (Syzygium aromaticum, syn. Eugenia aromaticum) merupakan komoditas asli Indonesia, khususnya Dusun Bomo, Desa Duren, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk. Petani cengkeh Desa Duren memilih untuk tidak memanen tanaman mereka pada musim panen tahun ini.

Hal tersebut dikarenakan harga cengkeh tidak sesuai harapan. Para petani cengkeh lebih memilih membiarkan dari pada memanen tanaman cengkehnya. Untuk hasil panen dengan harga cengkeh tidak sebanding dengan biaya tenaga dan perawatan.

Salah satu petani cengkeh Desa Duren yakni Mustaji (55) memiliki 20 pohon cengkeh memilih untuk tidak memanen tanaman cengkehnya karena dirasa berat untuk ongkos tenaga pemanen.

“Tidak sebanding kalau kita bayar ongkos tenaga yang memetik cengkih. Tenaga harian di desa saat ini sudah Rp 70 sampai Rp 80 ribu,” kata Mustaji, Jum’at (20/11/2020).

Mustaji menambahkan saat ini harga cengkeh ditangan tengkulak hanya mencapai Rp 40-50 ribu per kilogram. Sedangkan pada panen sebelumnya harga cengkeh mampu mencapai angka Rp 125-150 ribu per kilogramnya.

“Harga normal ketika musim panen sebelumnya biasanya mencapai Rp 125 sampai 150 ribu per kilogram. Lha sekarang merosot jauh, cuma Rp 50 ribu per kilogram,” tambah Mustaji.

Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Desa Duren Sutaji yang resah dengan nasib petani cengkih yang ada didesanya. Pasalnya setiap KK di Desa Duren, Kecamatan Sawahan, Nganjuk memiliki tanaman pohon cengkeh yang mereka tanam dipekaran maupun dikebun.

“Betul ini cengkeh harganya anjlok drastis. Akhirnya banyak yang tidak mau manen, ada juga yang manen tapi ditimbun dulu. Warga disini hampir setiap rumah punya pohon cengkeh, ada ribuan petani cengkeh di sini,” ungkap Sutaji.

Biji Cengkeh (Syzygium aromaticum, syn. Eugenia aromaticum)

Sementara itu, harga cengkeh yang merosot drastis tidak sebanding dengan kegunaan cengkeh itu sendiri. Cengkeh dapat digunakan sebagai bumbu, baik dalam bentuknya yang utuh atau sebagai bubuk, bahan rokok kretek dan bahan dupa.

Minyak cengkeh digunakan di aromaterapi dan juga untuk mengobati sakit gigi. Daun cengkih kering yang ditumbuk halus dapat digunakan sebagai pestisida nabati dan efektif untuk mengendalikan penyakit busuk batang Fusarium.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here