Liputanjatim.com – Sebanyak 41 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Situbondo bakal dievaluasi lantaran pembangunan dapur program makan bergizi gratis (MBG) hingga kini belum rampung.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Situbondo, Akhmad Yulianto, menyebut sebanyak 41 dapur hingga kini pembangunannya belum rampung, meski seharusnya sudah mulai beroperasi.
“Total ada 41 titik dapur MBG yang belum ada progres sama sekali. Minggu depan akan kami kumpulkan dan akan kami pertegas kesanggupan mereka,” kata Yulianto, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, pelayanan MBG bagi pelajar SD mengalami penundaan karena proses pembangunan dapur yang masih terkendala teknis.
“Kalau dalam prosesnya 41 SPPG tersebut tidak ada progres, maka akan kami melakukan penindakan,” katanya.
Yulianto menyatakan, banyak masyarakat yang sudah menanyakan pendistribusian MBG di tempatnya.
Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Situbondo, Muhammad Haikal Rizky, menyebut keterbatasan material dan pendanaan menjadi hambatan utama pembangunan dapur MBG.
“Saat di pantau di lapangan, salah satu kendalanya di pembangunan. Rata-rata penyampaiannya adalah kekurangan bahan material yang mengambil dari luar daerah sehingga proses pembangunan cukup terhambat,” kata Haikal.
Ia menyebut, banyak proyek dapur MBG terhambat karena investor mengalami kekurangan dana untuk menyelesaikan pembangunan.
Hal tersebut menjadi catatan Ketua Satgas MBG Kabupaten Situbondo, usai beberapa permasalahan terkait MBG di Situbondo.
Seperti, beberapa dapur mendapat komplain terkait menu yang tidak layak, hingga kekurangan dana hingga harus di tutup.
