Liputanjatim.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMII Komisariat Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Huda (STAINH) Situbondo menggelar aksi unjuk rasa di halaman Mapolres Situbondo, Senin (11/5/2025). Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak polisi segera mengungkap aktor intelektual di balik kasus penyelundupan 42 ton bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar.
Mahasiswa menilai penanganan kasus penyelundupan solar subsidi tersebut hingga kini belum menunjukkan perkembangan yang jelas. Mereka menyoroti belum terungkapnya pihak yang menjadi aktor utama dalam kasus tersebut.
“Penanganan kasus tersebut tidak jelas. Karena yang diungkap bukan aktornya,” jelas Ketua Komisariat PMII STAINH, Muhammad Hariri Huzaini dalam orasinya, Senin (11/5/2025).
Menurut Hariri, lambannya pengungkapan kasus itu memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Ia menduga ada keterlibatan pihak besar dalam praktik penyelundupan BBM subsidi tersebut.
“Kuat dugaan penyelundupan BBM solar ini keterlibatan bos mafia besar,” imbuhnya.
Selain menyoroti kasus penyelundupan solar subsidi, para mahasiswa juga menuntut adanya keterbukaan dalam penanganan kasus kekerasan oleh oknum polisi terhadap seorang driver ojek online beberapa waktu lalu.
“Jadi kenapa kita melakukan ini ? Karena kami merasa kinerja polisi saat ini kurang baik. Serta perlu ada evaluasi publik,” tegasnya.
Baca juga: DPRD Jatim Semprot Kinerja PJU, Sebut BUMD Beranak Pinak Namun Malah Jadi Parasit Fiskal
Dalam aksinya, mahasiswa meminta Polres Situbondo dapat menyelesaikan secara serius seluruh kasus yang ada agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Semisal penyelidikan itu serius dilakukan dan diniatkan dengan benar-benar, tidak akan lama penyelesaian kasusnya,” pungkas Hariri.
Menanggapi tuntutan tersebut, Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie menyatakan apresiasinya terhadap aksi demonstrasi mahasiswa PMII Komisariat STAINH. Ia menegaskan bahwa Polres Situbondo berkomitmen menangani setiap perkara secara transparan.
“Kami sepenuhnya mendukung 100 persen terhadap tuntutan-tuntutan yang disampaikan tadi, karena tentunya yang disampaikan itu sebagai kontrol sosial masyarakat kepada kinerja,” tandas Bayu Anuwar Sidiqie.
Pantauan di lapangan, aksi mahasiswa berlangsung di halaman depan Mapolres Situbondo. Selain menyampaikan orasi secara bergantian, massa aksi juga membentangkan sejumlah poster berisi tuntutan terkait pengungkapan kasus penyelundupan BBM subsidi dan evaluasi kinerja kepolisian.
