Liputanjatim.com – Rapat pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan Zulfa Musthofa sebagai Pj Ketua Umum PBNU menggantikan Yahya Cholil Staquf yang dipecat Rais Aam.
“Penetapan Pejabat (Pj) Ketua Umum PBNU masa bakti sisa sekarang ini yang mulia Bapak KH Zulfa Musthofa,” kata Rais Syuriah PBNU M Nuh dalam rapat pleno Pengurus PBNU digelar di Hotel Sultan Jakarta, 9-10 Desember 2025.
M Nuh mengatakan Zulfa Musftofa akan memimpin NU hingga Muktamar digelar. Selama kepemimpinannya, ia akan melaksanakan persiapan Muktamar 2026.
“Oleh karena itu beliau akan memimpin PBNU sebagai Penjabat Ketua Umum melaksanakan tugas-tugasnya sampai Muktamar,” katanya saat jumpa pers.
Muktamar ke-35 nanti, kata Prof Nuh, pelaksanaannya bakal disesuaikan waktunya. Bukan dimajukan, katanya, karena Muktamar Ke-34 NU di Lampung itu terhitung paling lambat 1 tahun dari semestinya.
“Dikembalikan pada siklus semula. Sebelum hari Raya Haji sudah dilakukan (Muktamar ke-35),” katanya.
Sementara itu, Pj Ketum PBNU Kelompok Sultan KH Zulfa Mustofa bertekad akan menjalankan amanah yang diputuskan dalam rapat pleno.
“Malam ini sebagaimana kita semua ketahui rapat pleno telah menetapkan alfaqir, menetapkan diri saya sebagai Penjabat Ketua Umum,” katanya pada sambutan.
“Saya juga menyampaikan, tidak mau menjadi bagian konflik masa lalu. Tapi saya ingin menjadi solusi jam’iyyah ini di masa depan. Saya mengajak pengurus NU, mari kita bersatu kembali di rumah besar ini,” tambahnya.
Sebelumnya, Katib Syuriyah PBNU Sarmidi Husna mengungkapkan terdapat dua calon Ketum PBNU Kelompok Sultan, yakni KH Zulfa Mustofa dan Prof Nizar Ali.
“Yang jadi Pj Ketum masih ada dua opsi Prof Nizar sama Kiai Zulfa,” katanya di sela-sela pleno.
Di tempat yang sama, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya setelah pengabdiannya selama empat tahun terakhir.
“Terima kasih kepada KH Yahya Cholil Staquf yang sudah menuangkan pemikiran selama empat tahun, kita masih saudara. Mudah-mudahan ada perbaikan untuk muktamar yang akan datang,” terangnya.
