Iklan
Daerah

Miris! Lansia di Sidoarjo Ditelantarkan Keluarga, Bertahan Hidup dari Bantuan Warga

Oleh Pamela 15 dibaca
Add on Google 💬

Liputanjatim SIDOARJO – Mustofa (71), seorang lansia di Kabupaten Sidoarjo, mengaku hidup terlantar setelah ditempatkan di sebuah kamar kos oleh menantunya.

Dalam kondisi menderita stroke, ia kini bertahan hidup dengan bantuan warga sekitar karena mengaku sudah lama tidak dikunjungi anak maupun menantunya.

Saat ditemui di Kantor Liponsos Sidoarjo, Kamis (2/7/2026), Mustofa menceritakan dirinya lahir di Surabaya dan mulai menetap di Sidoarjo sejak tahun 2000.

Sebelum tinggal di rumah kos, ia tinggal bersama anak ketiganya dan membantu mengasuh cucu setiap hari.

Namun, sekitar satu tahun lalu, seluruh barang miliknya dipindahkan ke sebuah kamar kos.

Sejak saat itu, ia mengaku ditinggalkan sendirian tanpa kepastian dan tidak lagi mendapat perhatian dari anak maupun menantunya.

“Saya diantar ke kos sama menantu. Mungkin karena saya sakit, anak saya tidak kerja dan tidak bisa bantu pemasukan, makanya saya dikoskan di sini,” ujar Mustofa, mengutip DetikJatim, Kamis (2/7/2026).

Kondisinya kian memprihatinkan karena selain berjuang melawan stroke, sewa kamar kos yang ditempatinya disebut telah menunggak selama beberapa bulan.

Pemilik kos bahkan sempat menagih dan mengancam akan mengusirnya apabila tunggakan tidak segera dilunasi.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Mustofa mengaku hanya mengandalkan bantuan makanan dan kebutuhan pokok dari warga sekitar yang merasa iba melihat kondisinya.

Ia mengaku sangat terpukul dengan perlakuan yang diterimanya.

Menurutnya, selama tinggal bersama keluarga, dirinya turut membantu mengasuh cucu, namun kini justru merasa ditinggalkan.

“Saya sakit hati. Dulu saya ikut merawat cucu, sekarang malah begini perlakuannya,” katanya.

Kekecewaan yang mendalam membuat Mustofa mengaku tidak lagi ingin bertemu dengan anak maupun menantunya.

“Saya tidak mau ketemu lagi. Sampai saya meninggal pun, saya tidak mau dipanggil mereka,” ujarnya lirih.

Hingga kini, Mustofa mengaku tidak mengetahui keberadaan anak dan menantunya.

Harapan untuk kembali berkumpul dengan keluarga, yang sempat masih ia simpan, kini telah sirna setelah merasa ditelantarkan.

Penulis

Pamela

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar