Iklan
Nasional

Kematian 3 Peserta SPPI Jadi Sorotan, Iman Sukri Dorong Evaluasi Sistem Pelatihan

Oleh Kim 16 dibaca
Add on Google 💬

Liputanjatim.com – Anggota Komisi VI DPR RI, Ahmad Iman Sukri, meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap konsep pelatihan bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan menjadi manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Permintaan itu disampaikan menyusul meninggalnya tiga peserta SPPI saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (Latsarmil).

Menurut Ahmad Iman, pelatihan bagi calon manajer koperasi seharusnya lebih menitikberatkan pada peningkatan kapasitas manajerial dan kepemimpinan dibandingkan pembinaan fisik yang berlebihan.

“Manajer KDMP itu pekerjaan bisnis yang menuntut kecakapan orangnya, kemampuan manajemen, dan jaringan, bukan pekerjaan fisik,” kata Ahmad Iman Sukri.

Ia menegaskan, latihan fisik memang memiliki peran penting untuk profesi tertentu. Namun, bentuk pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan yang akan dijalankan peserta.

Menurutnya, pelatihan dasar kemiliteran lebih relevan diterapkan kepada profesi yang memang membutuhkan kesiapan fisik tinggi, seperti petugas haji. Sementara itu, bagi calon manajer koperasi, materi pelatihan semestinya lebih banyak diarahkan pada tata kelola koperasi, pengelolaan bisnis, kepemimpinan, serta penguatan jejaring usaha.

Ahmad Iman juga mempertanyakan mekanisme seleksi peserta. Ia menilai apabila memang terdapat standar kemampuan fisik tertentu yang harus dipenuhi, proses penyaringan seharusnya dilakukan sejak awal seleksi sehingga tidak menimbulkan risiko selama pelatihan berlangsung.

Ia pun mendorong agar latihan fisik cukup diberikan dalam porsi yang wajar sebagai pembentukan disiplin, tanpa mengabaikan keselamatan peserta.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan mengonfirmasi jumlah peserta SPPI yang meninggal dunia saat mengikuti Latsarmil bertambah menjadi tiga orang. Korban terakhir adalah Novia Rahmadhani Sihotang. Sebelumnya, dua peserta lainnya, Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq, juga dilaporkan meninggal saat menjalani pendidikan tersebut.

Peristiwa ini memicu sorotan publik terhadap pelaksanaan pelatihan SPPI, khususnya terkait relevansi materi latihan dengan tugas yang akan diemban para peserta sebagai pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Penulis

Kim

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar